Dasar-dasar Saham

Cara Memulai Investasi Saham

Cara Memulai Investasi Saham

Sebelum anda mulai berinvestasi di saham, maka anda perlu membuat RDI (Rekening Dana Investasi) di Sebuah Perusahaan Sekuritas yang anda pilih misalnya Mandiri Sekuritas, Indopremier, Mirae Asset, dll. Silahkan googling kantor sekuritas yang ada di kota anda atau hubungi sales marketing sekuritas2 tersebut.

Setelah RDI jadi, anda sudah dapat mengisinya dengan dana yang akan anda investasikan. Caranya cukup dengan mentransfer uang ke RDI anda. Setiap sekuritas berbeda-beda banknya. Jumlah setoran awal juga berbeda-beda antara satu sekuritas dengan yang lainnya. Untuk itu, silahkan menanyakan langsung ke bagian marketing sekuritas yang anda percaya.

Beberapa setoran awal sekuritas yang kami ketahui:

  1. Indopremier : Rp. 100.000,-
  2. Mandiri Sekuritas : Rp. 2.000.000,-
  3. Mirae Asset : Rp. 10.000.000,-

Jika dana telah masuk ke RDI anda, maka dengan dana tersebut sudah dapat digunakan untuk membeli saham. Nanti jika anda menjual saham, uang hasil penjualan juga langsung masuk ke RDI. Demikian juga apabila anda mendapatkan pembagian deviden tunai, maka uangnya akan langsung masuk ke RDI.

Biasanya sekuritas akan memberikan aplikasi yang bisa dijalankan di komputer maupun smartphone untuk memudahkan anda dalam menganalisa, membeli atau menjual saham yang anda inginkan. Meski demikian, anda juga dapat melakukan transaksi dengan bantuan broker saham yang anda percaya.

Jumlah Minimal Investasi Saham

Anda dapat membeli saham minimal sejumlah 1 Lot. Satu Lot sama dengan 100 lembar saham. Misalnya anda membeli saham ABCD yang saat itu harganya adalah Rp. 300, maka minimal anda harus membeli 1 Lot / 100 Lembar yaitu Rp. 300 x 100 = Rp. 30.000,-

Harga saham termurah saat ini adalah Rp. 50,- per lembar. Sehingga jika membeli saham perusahaan tersebut, anda hanya perlu investasi sebesar Rp. 5.000,- saja per Lot-nya. Murah sekali bukan?

Tapi harus diingat, saham-saham dengan harga Rp. 50 biasanya dikenal sebagai saham tidur. Dia tidak membagikan deviden juga tidak ada pergerakan harga sama sekali. Nantinya mau menjual juga mungkin akan sulit. Jadi sebaiknya anda membeli saham bukan karena harganya, melainkan karena ada potensi keuntungan di sana baik karena deviden maupun karena pergerakan harga.