Financial Planning

Financial Planning Series: Financial Scanning

Financial Planning Series: Financial Scanning

Sebelum anda memutuskan untuk terjun di investasi saham, ada baiknya anda belajar perencanaan keuangan terlebih dahulu atau biasa disebut financial planning. Perencanaan keuangan ini penting untuk melatih emosi kita sebelum benar-benar diaduk di pasar saham.

Ada 3 tahap financial planning:

  1. Financial Scanning
  2. Asset Alokasi
  3. Investasi

Financial Scanning

Tahap pertama anda harus bisa membedakan mana kebutuhan pokok, mana yang darurat dan mana yang bisa ditunda. Pada tahap ini anda perlu melakukan scanning dan mencatat semua kebutuhan anda setiap bulan lengkap dengan nominalnya. Contohnya seperti ini:

  1. Bayar sekolah Rp. 200.000
  2. Cicilan rumah Rp. 2.000.000
  3. Cicilan motor Rp. 600.000
  4. Bayar listrik Rp. 400.000
  5. Bayar telpon/pulsa Rp. 100.000
  6. Bayar iuran kampung Rp. 50.000
  7. Belanja harian Rp. 3.000.000
  8. Uang saku anak-anak Rp. 150.000
  9. Bensin Rp. 200.000

Lalu anda total berapa dan bandingkan dengan pemasukan anda selama ini. Tulis semua, mulai gaji, hasil jualan istri, pinjaman ini itu, dll.

Kemudian tinggal membandingkan apakah pemasukan sudah lebih besar dari pengeluaran. Jika ternyata pengeluaran lebih besar, misalnya pada contoh di atas pengeluarannya adalah Rp. 6.700.000 sementara gaji anda cuma Rp. 4.000.000 dan hasil jualan istri hanya Rp. 2.000.000. Lha darimana yang 700.000?

Biasanya kemudian mulai gali lubang tutup lubang, uang modal jualan dipakai dulu atau pinjem kartu kredit dulu, dll.

Inilah yang banyak terjadi di masyarakat kita. Hidup tanpa perencanaan, ketika baru gajian, uang dihambur-hamburkan karena merasa baru dapat uang gede 4.000.000, padahal sebenarnya uang itu tidak cukup untuk biaya hidupnya sebulan. Abis gajian, ngajak keluarga rekreasi dan makan-maka. Dalam sehari langsung habis 500.000.

Ketika akhir bulan gaji tidak cukup, jualan juga kurang laris, akhirnya gesek kartu kredit hingga malah kena bunga dan menambah pengeluaran keluarga yang sebenarnya sudah minus.

Maka, mulai sekarang kebiasaan ini harus diubah. Dan ajak semua keluarga berunding pengeluaran mana yang harus dipangkas hingga pengeluaran bisa jauh lebih kecil dari pendapatan. Ini akan jadi latihan penting untuk mengelola emosi dan ego yang tinggi. Ketika anda mampu mengendalikan keinginan untuk menghabiskan uang gaji, maka anda akan mampu mengelola emosi ketika di pasar saham nantinya.

Bagaimana kalau hutang udah kadung numpuk dan pengeluaran sebenarnya sudah sangat mepet serta tidak bisa dipangkas lagi, maka pendapatannya yang harus diperbesar.

Misalnya penghasilan dari jualan istri hanya 2 juta per bulan, maka cari cara bagaimana agar jualannya lebih laris sehingga penghasilanpun bertambah. Suami harus bantu juga karena minta kenaikan gaji mungkin agak sulit ya. Ya memang harus kerja keras dulu di awal. 

Suami yg pegawai bisa mulai kerja lebih giat dan mulai berusaha mendekati manajemen dan mampu menyelesaikan target perusahaan yang baik bahkan kalalu bisa melebihi target. Ini akan membuka peluang naiknya karir jabatan.

Sementara itu, bersama istri mulai belajar bagaimana meningkatkan penjualan, lakukan promo dan ubah kemasan produk agar nilai jualnya bisa lebih tinggi.

Manusia cenderung mencari nikmat menghindari sengsara. Jika anda tidak melakukan financial scanning mulai sekarang, anda tidak akan tahu berapa sebenarnya kebutuhan hidup keluarga. Dan kebutuhan ini akan terus meningkat di masa mendatang. Ini akan jadi bom waktu yang siap meledak kelak jika anda tidak segera berubah.

Tinggal anda pilih apakah ingin cari nikmat jangka pendek tapi sengsara di hari tua. Atau capek-capek dahulu sekarang dan ketika tua nanti tinggal menikmati passive income saja. Berharap pada anak belum tentu berhasil. Bukan karena anaknya tidak berbakti, tapi anak yg tidak diajari financial planning, tidak terbiasa melakukan alokasi dana, nanti akan terbelit dengan masalah keuangannya sendiri. Jangankan memikirkan anda, memikirkan hidupnya aja mungkin sudah susah.