Financial Planning

Financial Planning Series: Asset Alokasi Investasi

Financial Planning Series: Asset Alokasi Investasi

Ini adalah seri kedua tulisan tentang financial planning. Tulisan pertama dengan topik Financial Scanning dapat anda baca di sini. Saat anda sudah menemukan kebocoran financial dalam pengeluaran bulanan dan mulai bisa mengendalikan pengeluaran, selanjutnya adalah masuk ke tahap kedua yaitu Asset Alokasi.

Jika pada financial scanning tujuan anda hanya membuat pengeluaran lebih kecil dari pendapatan, maka di asset alokasi, anda justru harus memotong pendapatan anda dan membaginya minimal dalam 3 bagian:

1. Investasi (minimal 10%)
2. Dana Cadangan (minimal 20%)
3. Silahkan dihabiskan (maksimal 70%)

Investasi ini kita gunakan sebagai dana penunjang masa depan. Ada begitu banyak masyarakat yang usianya sudah lanjut tapi masih terus bekerja. Sementara sebagian lagi menjadi tanggungan anak-anak dan tetangganya dan hanya sedikit sekali yang tinggal menikmati sisa hidupnya karena telah memiliki passive income sendiri.

Maka, sangat penting mengalokasikan penghasilan kita untuk investasi masa depan. Sebagai gambaran jika gaji anda sebulan 3 juta, maka setiap bulan anda bisa berinvestasi sebesar 300.000. Jika anda memulai di usia 25 tahun, maka saat anda pensiun umur 55 (30 tahun mendatang), anda akan punya uang sebesar Rp. 650 Juta lebih! 

Itu dengan asumsi tiap tahun pertumbuhan asset anda hanya 10% saja. Jika anda mampu meningkatkan pertumbuhan aset menjadi 20% per tahun, maka nilai asset anda saat umur 55 tahun adalah 5,1 Milyar!! Berikut ini kami tunjukkan tabel perhitungannya

Padahal ini kita buat fix 300rb saja per bulan ya. Kalau mengikuti kenaikan gaji, tentu bisa lebih banyak lagi. Misalnya di tahun ke 10 gaji anda sudah 5 juta, maka investnya musti 500rb karena 10% dari gaji. Bagaimana kalau kita coba hitung, jika gaji anda naik 7% saja per tahun, berapa asset anda 30 tahun mendatang?

WOWW... ternyata mencapai 7,6 Milyar lebih. Seandainya di umur 55 tahun itu anda tidak menambah investasi lagi dan hanya mengambil keuntungan investasi yang 20% per tahun, maka per tahun anda bisa menikmati uang 1,5 Milyar tanpa kerja alias passive income. Padahal gaji anda di umur 55 tahun itu hanya 250 juta saja per tahun.

Maka, mulai sekarang berjanjilah untuk berani potong 10% untuk investasi dan uang ini hanya boleh dipergunakan untuk berinvestasi saja. Bahkan, ketika anda sudah pensiun, uang ini juga tetap tidak boleh diambil. Yang boleh diambil hanya hasil investasinya saja yaitu yg 20% per tahun itu.

Contohnya kalau melihat tabel di atas, asset ketika umur 55 tahun adalah 7,6 milyar dengan hasil investasi 1,5 milyar. Maka yg boleh dipergunakan hanya yg 1,5 milyar saja. Sisanya biarkan terus menghasilkan untuk anda. Inilah yang disebut perkebunan uang dimana uang menghasilkan uang yg lebih banyak lagi.

Tapi perkebunan itu harus dicangkul dulu, disiapkan lahannya, diberi pupuk, diberi bibit yang unggul, dan dijaga dari hama2 yang akan menggerus tanaman2 kita. Caranya dengan memotong 10% penghasilan setiap bulan dan belajar investasi dengan sungguh-sungguh. Siap berkebun uang mulai sekarang?