Financial Planning

Financial Planning Series: Investasi

Financial Planning Series: Investasi

Kita sudah membahas tentang financial scanning dan dilanjut dengan asset alokasi. Nah, di tulisan kali ini kita akan bahas tentang investasi. Bila anda telah disiplin menyisihkan 10% gaji setiap bulan, maka tantangan berikutnya adalah bagaimana agar dana investasi itu bisa berkembang sesuai dengan perencanaan kita. Minimal dana investasi harus mampu mengalahkan laju inflasi dan lebih tinggi dari bunga deposito. Jadi, paling aman, investasi itu harus mampu menumbuhkan uang kita minimal 8% per tahun. Lebih banyak tentu lebih baik.

Ada beberapa instrumen investasi yang bisa anda pilih, mulai properti, emas, reksadana dan saham. Semua memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Di website ini, kami hanya akan membahas saham sebagai instrumen investasi yang terbukti mampu meningkatkan nilai dana investasi kita berlipat ganda meskipun dengan resiko yang cukup besar juga apabila tidak dikelola dengan baik.

Sebagai investasi, maka seharusnya kita lebih santai dalam mengelola dana investasi kita. Kita butuh sebuah sistem dimana kita tinggal menentukan kapan harus beli, kapan harus tahan dan kapan harus jual. Syukurlah, banyak sekuritas yang menyediakan fasilitas auto order di aplikasi online tradingnya. Sehingga, kita cukup menentukan angka-angkanya saja.

Di luar sana ada begitu banyak trader pemula yang setiap hari mengamati pergerakan chart. Bahkan terkadang bukan hanya 1-2 chart, melainkan sampai 10 chart. Itupun masih ditambah dengan menyimak berbagai macam berita yg ada di channel-channel dan grup telegram.

Apakah itu salah? Tentu tidak. Tapi melakukan pekerjaan melelahkan seperti itu, tentu bukan investasi, melainkan ya berdagang seperti biasa. Sebagai seorang investor, sudah seharusnya kita tidak terlalu mengurusi bisnis karena bisnisnya telah memiliki sistem dan kita percaya bahwa sistem itu akan bekerja sesuai dengan yg kita inginkan.

Kami sendiri hanya melihat market ketika malam hari untuk melakukan screening dan menentukan posisi buy dan sell di fasilitas auto order. Ketika pasar buka, kami memantau pasar hanya kalau pas nganggur dan iseng2 saja. Tanpa dipantaupun tidak masalah karena sistem sudah terpasang dengan baik. Jika harga bergerak sampai level yang diinginkan, fasilitas auto order akan bekerja sesuai yg kita tentukan.

Dalam membangun sebuah sistem bisnis, setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan:

1. Money Management.

Anda perlu mengelola dana investasi dengan baik. Misalnya melakukan diversifikasi atau pemisahan dana untuk beberapa emiten. Ini penting karena kita tak bisa mengontrol market, kita hanya bisa bereaksi saja terhadap pergerakan harga market. Jika anda meletakkan dana di 1 emiten, maka ketika emiten itu harganya turun banyak, maka otomatis dana andapun turun banyak. Namun, jika anda memecah dana di beberapa emiten, biasanya kalau ada yg turun, maka akan terbantu saham lain yang sedang naik sehingga turunnya tidak terlalu dalam.

2. Risk Management

Ini yg sering diabaikan oleh para trader pemula. Membeli saham tanpa tahu kapan dia akan menjualnya. Hanya ikut-ikutan saran di channel atau grup. Bahkan ada yg beli hanya karena terpengaruh berita. Risk management sendiri akan memudahkan anda mengontrol sedalam apa kerugian yang siap dihadapi. Ada 2 risk management, yang pertama risk per trade yaitu kerugian di tiap emiten yg kita beli. Yang kedua adalah risk per month yaitu kerugian yang siap kita hadapi tiap bulannya. Jika kita sudah menyiapkan diri dengan maksimal kerugian yang siap kita hadapi, maka kitapun akan mudah menentukan berapa harga yg dibeli, berapa jumlah lot-nya dan bahkan kta bisa tahu jika analisanya salah, berapa kerugian yang akan kita alami.

3. Risk and Reward

Ini adalah kemampuan mengukur resiko dan potensi dari saham yang ingin kita beli. Idealnya tentu potensinya harus lebih besar dari resikonya. Jangan membeli saham yg sudah naik tinggi dan mendekati garis resisten, karena jarak ke resisten tentu lebih dekat (reward-nya lebih kecil) dibandingkan jarak ke support (risk lebih besar). Bagaimana jika tidak tahu, maka jangan nekat masuk. Sama seperti anda berhadapan dengan gua, anda tidak tahu resiko apa yg menunggu di dalam, anda juga tidak tahu ada reward apa di dalamnya. Kalau nekat masuk, jelas namanya konyol.

Dengan perencanaan yang baik, kita akan bisa melalui gelombang pergerakan harga saham dengan baik. Kata pepatah:

"Gagal Merencakan sama dengan merencanakan kegagalan"