Analisa Teknikal

Membangun Sebuah Sistem Trading

Membangun Sebuah Sistem Trading

Sebuah sistem trading yang baik adalah gabungan antara money management yang baik dan strategi entry serta exit yang tepat. Namun, apakah arti dari tepat ini adalah selalu untung? Jawabnya tidak.

Adakah strategy entry dan exit yang selalu pas? Jawabnya juga tidak ada. Akan selalu ada peluang untuk salah entry dan salah exit. Dan anda akan sering menemuinya. Karena di pasar saham itu yang bergerak adalah manusia dengan pemikiran dan kondisi emosi yang berbeda-beda. Walaupun muncul candle yg bagus misalnya, apakah pasti akan terjadi sesuai sifat candle itu? Jawabnya tidak.

Karena itu, penting sekali menggabungkan antara money management dengan strategi trading. Dan itulah yang kemudian disebut dengan sistem trading.

Money management sudah kita bahas di artikel2 sebelumnya dan juga di grup telegram Saham101. Selanjutnya adalah cara menentukan entry dan exit-nya. Di sinilah masing2 trader punya gaya sendiri-sendiri dan gak ada satupun yg merasa lebih benar daripada yang lain. Gak ada juga yg mengklaim selalu tepat.

Menentukan Indikator

Indikator-indikator yang ada dibuat untuk membantu kita dalam menentukan keputusan beli atau jual. Beberapa indikator yang sering dipakai sebagai penentu adalah:

- Moving Average (SMA atau -EMA)
- Stochastic
- MACD
- Bollinger Band
- Ichimoku

Anda perlu menentukan salah satu. Karena pengalaman saya, kalau anda pakai semua, yang ada justru malah bingung sendiri hehehe.. Karena indikator yang satu bilang beli, satunya lagi bilang hold dan satu lagi nyuruh jual. Puyeng sendiri anda nanti.

Kalau saya lebih suka pakai moving average karena hampir semua fasilitas screening menyediakan MA sebagai kriteria screeningnya. Sehingga memudahkan saya untuk melihat pergerakan keseluruhan saham berdasarkan MA-nya.

Setelah menentukan indikator, anda bisa coba screening. Bisa menggunakan fasilitas dari indopremier ataupun trading view atau fasilitas screener lainnya. Dari situ anda bisa lihat, apakah screening yg anda lakukan menghasilkan terlalu banyak emiten atau terlalu sedikit menurut anda. Jika masih terlalu banyak, tambahi dengan indikator lain, misalnya volume, RSI, dll.

Semua langkah yang anda lakukan HARUS ANDA CATAT. Agar anda tahu metode apa yang anda pakai dan bagaimana hasilnya nanti.

BACK TEST

Jika sudah ketemu semua indikator apa yang mau dipakai, indikator tambahan apa yg digunakan, selanjutnya lakukan back test terhadap hasil screeningnya. Jika menggunakan chart nexus, anda bisa back test hingga 3 tahun belakang. Jika pakai investing.com bisa lebih jauh lagi


Mulai aja lihat pergerakan 3 tahun lalu kemudian perhatikan hingga hari ini. Catatlah ketika indikator menunjukkan posisi yg sesuai trading system anda. Catat beli di berapa dan berapa lot kemudian geser sampai ketemu kapan jualnya. Masukkan ke catatan. Geser lagi hingga ketemu triger buy dan sell-nya. Catat semua lalu setelah selesai 3 tahun lihat hasilnya apakah untung atau rugi.

Coba juga pada emiten2 lain yg muncul di screening anda.

Dari sini saja, anda sudah bisa langsung menemukan kesalahan pada system trading anda dan bisa langsung membuat penyempurnaan-penyempurnaan.

Jika sudah siap, cobalah pakai uang beneran di pasar beneran hehehe... Saran saya, gunakan 10% modal dulu dan terapkan sistem trading yg sudah anda uji berkali-kali tersebut dengan disiplin keras. Berlakulah seperti robot. Waktunya beli ya beli, waktunya jual ya jual.

Catat semua dalam jurnal. Kapan belinya, pake RPT berapa, jumlah lot berapa, dapat harga berapa. Nanti ketika jual ya catat juga jual di harga berapa, untung berapa dan alasan kenapa kok dijual. Dengan cara ini, anda akan banyak belajar dari market dan insyaaLlah akan ketemu AHA momennya