Apa itu MACD (Moving Average Convergence Divergence)?

Lutvi Avandi
2017-12-29 12:45

Moving average convergence divergence (MACD) adalah indikator momentum trend-following (mengikuti tren) yang menunjukkan hubungan antara dua pergerakan harga rata-rata (MA). MACD dihitung dengan mengurangi rata-rata pergerakan eksponensial 26-hari (EMA) dari EMA 12-hari. EMA sembilan hari dari MACD,  disebut signal line (jalur sinyal), kemudian diplot di atas MACD, berfungsi sebagai pemicu untuk sinyal beli dan jual.

Indikator Moving average convergence divergence (MACD) dapat diinterpretasikan dengan menggunakan tiga metode yang berbeda:

  1. Crossover - Seperti terlihat pada grafik di atas, saat MACD turun di bawah garis sinyal, ini adalah sinyal bearish, yang mengindikasikan bahwa ini mungkin saatnya untuk menjual. Sebaliknya, ketika MACD naik di atas garis sinyal, indikator tersebut memberikan sinyal bullish, yang menunjukkan bahwa harga aset kemungkinan akan mengalami momentum ke atas. Banyak trader menunggu sebuah cross dikonfirmasi di atas garis sinyal sebelum masuk ke posisi untuk menghindari mendapatkan "palsu" atau masuk ke posisi terlalu dini, seperti yang ditunjukkan oleh panah pertama.
  2. Divergence - Bila harga keamanan menyimpang dari MACD, itu menandakan akhir dari tren saat ini. Misalnya, harga saham yang naik dan indikator MACD yang turun bisa berarti bahwa rally akan segera berakhir. Sebaliknya, jika harga saham turun dan MACD meningkat, hal itu bisa berarti bahwa pembalikan bullish bisa terjadi dalam waktu dekat. Pedagang sering menggunakan divergensi bersamaan dengan indikator teknis lainnya untuk menemukan peluang.
  3. Naik Dramatis - Ketika MACD meningkat secara dramatis - yaitu, moving average yang lebih pendek menarik diri dari moving average jangka panjang - ini adalah sinyal bahwa keamanan overbought dan akan segera kembali ke level normal. Pedagang akan sering menggabungkan analisis ini dengan Indeks Kekuatan Relatif (RSI) atau indikator teknis lainnya untuk memverifikasi kondisi overbought atau oversold.

Pedagang juga mengamati pergerakan di atas atau di bawah garis nol karena ini menandakan posisi rata-rata jangka pendek relatif terhadap rata-rata jangka panjang. Bila MACD di atas nol, rata-rata jangka pendek berada di atas rata-rata jangka panjang, yang memberi sinyal momentum ke atas. Kebalikannya adalah benar ketika MACD di bawah nol. Seperti yang bisa Anda lihat dari grafik di atas, garis nol sering bertindak sebagai area support dan resistance untuk indikator.

Nilai rata-rata: 0 (0 Vote)

Anda bisa mengirim komentar atas materi ini