Bagaimana Membuat Trading Plan?

Lutvi Avandi
2017-12-28 06:41

Sebelum anda mulai masuk di suatu saham atau membeli saham, maka anda harus memiliki trading plan. Trading plan sendiri setidaknya harus memiliki beberapa unsur:

  1. Buy: Beli di angka berapa
  2. Target Point (TP) : Target harga terdekat
  3. Stop Loss (SL) : Target harga terendah untuk menjual saham
  4. Rasio Resiko : perbandingan jarak dari Buy ke SL dibanding jarak Buy ke TP

Misalnya saham ABCD, dari analisa menggunakan garis trend menunjukkan kalau harga sudah memantul dari garis support dan menuju garis resistance

Harga : 1000
Garis support : 950
Garis resistance: 1200

Maka bisa anda buat trading plan seperti ini:

  • Buy: 1000
  • TP: 1200 (+200)
  • SL: 950 (-50)
  • Resiko: 50/200 = 0,25

Jika resikonya masih di bawah 1, boleh dibilang kecil. Namun jika lebih dari 1, berarti resikonya besar.

Setelah mendapatkan angka-angka ini, anda boleh membeli saham tersebut dan disiplinlah dengan trading plan anda. Jangan sampai anda sudah membuat trading plan seperti ini, eh begitu saham turun ke 950 anda merasa sayang untuk menjualnya dan berharap harga naik. Eh ternyata harga malah turun hehehe..

Agar lebih disiplin, masukkan saja angka-angka tersebut di auto order setelah itu lupakan saja dan biarkan system bekerja sendiri

Tag: analisa teknikal, auto trading, trading plan
Nilai rata-rata: 0 (0 Vote)

Anda bisa mengirim komentar atas materi ini