FAQ Overview

Dasar-dasar Saham

Saham itu apa sih?

Anda mungkin pernah mendengar definisi populer tentang apa itu saham: "Saham adalah saham dalam kepemilikan perusahaan. Saham merupakan klaim atas aset dan pendapatan perusahaan. Seiring Anda mendapatkan lebih banyak saham, kepemilikan saham Anda di perusahaan menjadi lebih besar. " Sayangnya, definisi ini salah dalam beberapa hal penting.

Untuk memulai, pemegang saham tidak memiliki perusahaan; mereka memiliki saham yang dikeluarkan oleh perusahaan. Tapi korporasi adalah tipe organisasi yang khusus karena hukum memperlakukan mereka sebagai badan hukum. Dengan kata lain, perusahaan mengurus pajak, dapat meminjam, dapat memiliki properti, dapat digugat, dan lain-lain. Gagasan bahwa korporasi adalah "orang" berarti bahwa perusahaan memiliki aset sendiri. Kantor perusahaan yang penuh dengan kursi dan meja adalah milik perusahaan, dan bukan milik pemegang saham.

Pembedaan ini penting karena properti perusahaan dipisahkan secara hukum dari kepemilikan pemegang saham, yang membatasi tanggung jawab perusahaan dan pemegang saham. Jika korporasi bangkrut, hakim dapat memerintahkan semua asetnya dijual - namun aset pribadi Anda tidak berisiko. Pengadilan bahkan tidak bisa memaksa Anda untuk menjual saham Anda, walaupun nilai saham Anda akan turun drastis. Demikian juga, jika pemegang saham utama bangkrut, dia tidak bisa menjual aset perusahaan untuk melunasi krediturnya.

Apa yang dimiliki pemegang saham adalah saham yang dikeluarkan oleh perusahaan; dan korporasi memiliki aset. Jadi jika Anda memiliki 33% saham perusahaan, tidak benar untuk menyatakan bahwa Anda memiliki sepertiga dari perusahaan itu; melainkan benar untuk menyatakan bahwa Anda memiliki 100% dari sepertiga saham perusahaan. Pemegang saham tidak dapat melakukan apa pun dengan korporasi atau asetnya. Pemegang saham tidak bisa keluar membawa kursi karena perusahaan memiliki kursi itu, bukan pemegang sahamnya. Ini dikenal sebagai "pemisahan kepemilikan dan kontrol."

Jadi, apa gunanya saham itu, kalau bukan hak kepemilikan yang kita kira? Memiliki saham memberi Anda hak untuk memilih dalam rapat pemegang saham, menerima dividen (yang merupakan keuntungan perusahaan) jika dan ketika didistribusikan, dan  memberi Anda hak untuk menjual saham Anda kepada orang lain.

Jika Anda memiliki mayoritas saham, kekuatan pemungutan suara Anda meningkat sehingga Anda dapat secara tidak langsung mengendalikan arahan perusahaan dengan menunjuk dewan direksi. Hal ini menjadi sangat jelas ketika satu perusahaan membeli yang lain: perusahaan yang mengakuisisi tidak berkeliling membeli bangunan, kursi, karyawan; itu membeli semua sahamnya. Dewan direksi bertanggung jawab untuk meningkatkan nilai korporasi, dan sering melakukannya dengan mempekerjakan manajer profesional, atau pejabat, seperti Chief Executive Officer, atau CEO.

Bagi pemegang saham biasa, karena tidak bisa mengelola perusahaan bukanlah masalah besar. Pentingnya menjadi pemegang saham adalah Anda berhak mendapatkan sebagian dari keuntungan perusahaan, yang, seperti yang akan kita lihat, adalah dasar dari nilai saham. Semakin banyak saham yang Anda miliki, semakin besar porsi keuntungan yang Anda dapatkan. Banyak saham, bagaimanapun, tidak membayar dividen, dan sebaliknya menginvestasikan kembali laba untuk menumbuhkan perusahaan. Penghasilan tetap ini, bagaimanapun, masih tercermin dalam nilai saham.

Saham - kadang-kadang disebut ekuitas - dikeluarkan oleh perusahaan untuk meningkatkan modal guna mengembangkan bisnis atau melakukan proyek baru. Ada perbedaan penting antara apakah seseorang membeli saham langsung dari perusahaan saat menerbitkannya (di pasar perdana) atau dari pemegang saham lain (di pasar sekunder). Ketika perusahaan menerbitkan saham, hal itu dilakukan dengan imbalan uang.

Perusahaan juga bisa mengumpulkan uang melalui pinjaman, baik secara langsung sebagai pinjaman dari bank, atau dengan menerbitkan hutang, yang dikenal dengan obligasi. Obligasi pada dasarnya berbeda dari saham dalam beberapa cara. Pertama, pemegang obligasi adalah kreditor terhadap korporasi, dan berhak atas bunga dan pelunasan pokok. Kreditor diberi prioritas hukum atas pemangku kepentingan lainnya jika terjadi kebangkrutan dan akan dilakukan secara keseluruhan terlebih dahulu jika sebuah perusahaan dipaksa untuk menjual aset untuk membayarnya kembali. Pemegang saham, di sisi lain, terakhir dalam antrean dan sering tidak menerima apapun, atau hanya sen dolar, jika terjadi kebangkrutan. Ini menyiratkan bahwa saham secara inheren berisiko berinvestasi pada obligasi.

Hal yang sama terjadi pada sisi positifnya: pemegang obligasi hanya berhak menerima pengembalian yang diberikan oleh tingkat bunga yang disepakati oleh obligasi, sementara pemegang saham dapat menikmati imbal hasil yang dihasilkan dengan meningkatkan keuntungan, secara teoritis hingga tak terhingga. Risiko yang lebih besar terkait dengan saham pada umumnya dihargai oleh pasar. Saham secara historis kembali sekitar 8-10% per tahun, sementara obligasi kembali 5-7%.

Sumber: Investopedia.com

Video Penjelasan Apa itu Saham

Kebetulan ada video yang cukup jelas membahas apa itu saham

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 11:01


Bagaimana Cara Memulai Investasi Saham?

Sebelum anda mulai berinvestasi di saham, maka anda perlu membuat RDI (Rekening Dana Investasi) di Sekuritas yang anda pilih.

Setelah RDI jadi, anda sudah dapat mengisinya dengan dana yang akan anda investasikan. Caranya cukup dengan mentransfer uang ke RDI anda. Setiap sekuritas berbeda-beda banknya. Jumlah setoran awal juga berbeda-beda antara satu sekuritas dengan yang lainnya. Untuk itu, silahkan menanyakan langsung ke broker yang anda percaya.

Jika dana telah masuk ke RDI anda, maka dengan dana tersebut anda sudah dapat mulai membeli saham. Nanti jika anda menjual saham, uang hasil penjualan akan langsung masuk ke RDI. Demikian juga apabila anda mendapatkan pembagian deviden, maka uangnya akan langsung masuk ke RDI.

Biasanya sekuritas akan memberikan aplikasi yang bisa dijalankan di komputer maupun smartphone untuk memudahkan anda dalam menganalisa, membeli atau menjual saham yang anda inginkan. Meski demikian, anda juga dapat melakukan transaksi dengan bantuan broker saham yang anda percaya.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 06:02


Dimana Saya Bisa Membuka RDI?

Anda dapat membuka Rekening Dana Investasi (RDI) di sekuritas-sekuritas yang anda percaya. Berikut ini daftar sekuritas di Indonesia:

  1. AmCapital Indonesia
  2. Anugerah Sekurindo
  3. Bahana Sekurities
  4. Bhakti Securities
  5. BNI Sekuritas
  6. CIMB Securities
  7. Daewoo Securities/PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia
  8. Danareka
  9. Danpac Sekuritas
  10. Dhanawibawa Artha Cemerlang
  11. Erdikha Sekuritas
  12. First Asia Capital
  13. Henan Putihrai Sekuritas
  14. Indo Premier Securities
  15. IndoSurya
  16. Kim Eng Securties
  17. Kiwoom Securities
  18. Kresna Graha Sekurindo
  19. Lautandhana Securindo
  20. Makindo Securities
  21. Mandiri Sekuritas
  22. Mega Capital Indonesia
  23. Millenium Danatama Sekuritas
  24. Minna Padi Investama
  25. MNC Securities
  26. NISP Sekuritas
  27. OSK Nusadana
  28. Oso Securities
  29. Pacific 2000 Securities
  30. Panca Global Securities
  31. Panin Sekuritas
  32. Phillip Securities Indonesia
  33. Profindo International Securities
  34. Recapital Securities
  35. Reliance Securities
  36. Samuel Sekuritas Indonesia
  37. Sinarmas Sekuritas
  38. Universal Broker
  39. Valbury Securities
  40. Woori Korindo Securities

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-26 08:03


Apakah Saham itu Judi?

Secara prinsip, jual beli saham sama dengan jual beli barang biasa. Ada penawaran harga dan kalau sepakat terjadilah transaksi. Harga saham naik dan turun tergantung kepada berapa banyak saham yang ditawarkan dan berapa banyak saham yang dibeli. 

Jika pembeli saham lebih banyak dari saham yang tersedia, maka harga cenderung naik. Sementara jika penjual saham lebih banyak dari yang berminat membeli, maka harga akan cenderung turun.

Maka secara prinsip, jual beli saham sama sekali tidak mengandung unsur judi melainkan hanyalah perdagangan biasa.

Namun, dalam kasus tertentu, banyak pedagang saham yang melakukan untung-untungan. Mereka membeli saham tanpa melihat indikator maupun kualitas dari perusahaannya. Hanya bermodal feeling saja tanpa analisa dan dasar keilmuan. Hal seperti inilah yang cenderung masuk pada unsur judi.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-26 12:40


Apakah Bisnis Saham Halal?

Terdapat 14 Fatwa Pedoman pelaksanaan jual beli Saham yang diterbitkan oleh DSN MUI. Jika kita mengacu pada aturan ini, insyaaLlah bisnis yang kita jalani halal. Fatwa-fatwa tersebut adalah:

  1. Fatwa No. 20/DSN-MUI/IX/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksadana Syariah
  2. Fatwa No. 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah
  3. Fatwa No. 33/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah Mudharabah
  4. Fatwa No. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal
  5. Fatwa No. 41/DSN-MUI/III/2004 tentang Obligasi Syariah Ijarah
  6. Fatwa No. 59/DSN-MUI/V/2007 tentang Obligasi Syariah Mudharabah Konversi
  7. Fatwa No. 65/DSN-MUI/III/2008 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Syariah
  8. Fatwa No. 66/DSN-MUI/III/2008 tentang Waran Syariah
  9. Fatwa No. 69/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)
  10. Fatwa No. 70/DSN-MUI/VI/2008 tentang Metode Penerbitan SBSN
  11. Fatwa No. 71/DSN-MUI/VI/2008 tentang Sale and Lease Back
  12. Fatwa No. 72/DSN-MUI/VI/2008 tentang SBSN Ijarah Sale and Lease Back
  13. Fatwa No. 76/DSN-MUI/VI/2010 tentang SBSN Ijarah Asset To Be Leased
  14. Fatwa No. 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.

sumber: http://www.syariahsaham.com/p/fatwa-dsn-mui.html

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-26 12:44


Bagaimana Saham Diperdagangkan?

Pada awalnya saham dikeluarkan oleh perusahaan. Aksi ini disebut IPO (Initial Public Offering). Saham yang dikeluarkan oleh perusahaan ini dibeli oleh public. Meski begitu, ada kalanya saham ini akan ditawarkan kepada mereka yang memiliki HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) atau Right Issue.

Pemilik awal saham ini kemudian dapat menjual sahamnya ke pasar yang kemudian disebut sebagai secondary market. Di sinilah kemudian terjadi fluktuasi harga saham.

Proses perdagangan saham adalah dengan mekanisme lelang. Terdapat 2 grup yaitu grup penjual dan grup pembeli. Masing2 penjual menawarkan sahamnya dengan harga tertentu yang diinginkan sedangkan dari sisi pembeli juga menawar dengan harga yang diinginkan.

Apabila ada kesepakatan harga, maka harga itulah yang menjadi harga saham waktu itu.

Karena ada begitu banyak pihak yang melakukan jual dan beli, maka harga sahampun menjadi fluktuatif. Ini bisa diibaratkan tarik tambang. Para pembeli berusaha menarik harga agar saham nilainya turun, sedangkan para penjual berusaha agar harganya naik.

Harga tidak akan berubah jika masing2 pihak tidak ada yang mengalah. Maka biasanya mulai ada dari kedua pihak yang mau mengalah dan menerima tawaran dari pihak lain sehingga terjadilah transaksi.

 

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 01:02


Apakah Saham Beresiko?

Dibanding instrumen investasi yang lain, saham memang tergolong investasi yang beresiko tinggi. Namun, dengan pengelolaan dana yang cermat dan berhati-hati dalam memilih saham, akan mengurangi resiko kita.

Meski beresiko tinggi, saham juga memiliki potensi keuntungan yang tinggi. Dalam setahun, rata-rata harga saham dapat naik hingga 10% bahkan 100%. Sehingga berinvestasi di dunia saham akan memungkinkan kita meningkatkan value dari uang yang kita miliki.

Tak hanya itu, meskipun harga saham yang kita beli turun, jika perusahaannya memiliki kinerja yang bagus, maka kita sangat mungkin mendapatkan deviden yang lumayan. Bahkan beberapa perusahaan yang bagus justru ditunggu saat harganya turun karena itu berarti diskon besar.

Resiko terburuk dalam saham adalah jika perusahaannya memiliki kinerja buruk sehingga harus didelisting dari bursa saham. Maka saat itulah anda kehilangan seluruh uang yang anda investasikan di perusahaan tersebut.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 09:39


Berapa Modal Minimal Bisnis Saham?

Di Pasar Saham, ada begitu banyak saham dengan harga yang bervariasi. Mulai Rp. 50 sampai Rp. 60rb. Anggaplah anda membeli saham yang paling murah yaitu Rp. 50, maka modal yang dibutuhkan adalah 1 Lot (100 lbr) x Rp. 50 = Rp. 5.000 saja :)

Itu modal minimalnya. Kecil buangeeeet kan?

Nah, untuk membuka RDI, anda membutuhkan setoran awal minimal Rp. 100.000,- beberapa sekuritas malah menetapkan setoran awal minimal Rp. 10 juta tapi fee transaksinya sangat kecil dibanding yg setoran awalnya kecil.

Maka, dengan uang 100 ribu anda sudah bisa mulai membeli saham. Tentu saja anda hanya dapat membeli saham yang harganya di bawah Rp. 1000. saja.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 10:09


Bagaimana Cara Analisis Saham?

Analisa saham itu banyak jenisnya, tergantung dari sifat investor apakah suka risiko tinggi atau rendah, apakah ingin investasi jangka panjang, menengah atau intraday.

Namun secara garis besar, analisis saham itu dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Analisa Teknikal
  2. Analisa Fundamental

Analisa Teknikal adalah menganalisa suatu saham dari sejarah pergerakan sahamnya. Analisa ini menggunakan chart grafik pergerakan saham dan dilengkapi juga dengan indikator-indikator untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa mendatang.

Analisa Fundamental adalah menganalisa suatu saham dari sejarah kinerja perusahaan hingga melihat info-info terkait perusahaan tersebut. Mulai siapa saja manajemennya, kontrak2 bisnis yang berhasil digolkan sampai laporan keuangan tiap kuartal diperiksa.

Sebaiknya kedua analisa ini digunakan karena analisa teknikal dapat digunakan untuk menentukan waktu beli atau jual saham sedangkan analisa fundamental untuk menentukan jenis saham yang layak untuk dimiliki atau tidak.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 04:47


Apakah Margin itu?

Dalam akun sekuritas anda biasanya ada yang disebut Margin. Margin di sini adalah dana yang dapat dipinjam oleh investor untuk membeli saham. Hanya saja, pinjaman ini berbunga dan besar bunganya berbeda-beda tiap sekuritas.

Biasanya untuk akun reguler, margin hanya bisa dipinjam maksimal 3 hari saja. Setelah itu akan ada force sell untuk melunasinya.

Saran kami sebaiknya tidak memakai margin ini. 

Namun, jika anda butuh dana di RDI secara cepat karena ada rekomendasi saham yang layak segera dibeli, sementara cash di RDI anda sudah habis, maka anda bisa memakai margin terlebih dahulu, setelah saham terbeli anda setorkan dana ke RDI sehingga tidak terkena bunga sama sekali.

Karena kalau menunggu dana yang anda transfer masuk RDI dulu, biasanya akan membutuhkan waktu agak lama dan momennya bisa terlewat begitu saja.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 04:53


Kalau misalnya kita beli saham di suatu perusahaan ya, kita bayarnya cuma satu kali diawal atau dibayar perbulan?

Saham adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan modal kita di suatu perusahaan. Jadi kita hanya menyetorkan uang sekali saja. Apabila anda ingin menambah modal di perusahaan tersebut, anda bisa membeli saham lagi.

Jika suatu saat anda ingin menjualnya, maka anda dapat menjualnya kepada orang lain yang berminat dengan saham tersebut

Saran kami, belilah saham di Bursa Efek Indonesia karena perusahaan2 yang terdaftar di BEI telah melewati proses screening ketat dan diawasi langsung oleh pemerintah melalui OJK. Mereka juga akan ditegur apabila terlambat memberikan laporan keuangan tiap kuartal.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 05:00


Apa yang Terjadi pada Uang saya jika Perusahaan Bangkrut?

Apabila perusahaan terkena bangkrut, maka aset perusahaan akan dijual dan dibagikan kepada beberapa pihak diantaranya adalah:

  1. Membayar hutang2 dan tagihan/pajak perusahaan
  2. Membayar gaji dan pesangon karyawan
  3. Pemegang saham

Dengan banyaknya kewajiban yang harus dibayar perusahaan tersebut, maka ada kemungkinan pemegang saham tidak mendapatkan apa-apa.

Untuk itu, ketika membeli saham, perhatikan juga DER-nya (Debt to Equity Ratio). Semakin tinggi DER-nya, beban perusahaan semakin besar sehingga jika bangkrut kemungkinan anda mendapatkan bagian penjual aset juga sangat kecil

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 05:14


Apa saja tipe atau jenis2 saham?

Ada beberapa tipe dari saham, diantaranya:

  1. saham biasa (common stock),
  2. saham preferen (preferred stock),
  3. saham harta (treasury stock), dan
  4. saham kelas ganda (dual class stock).

Saham yang biasa dijual di bursa efek adalah saham biasa dan saham preferen tidak diperjualbelikan di bursa efek. Saham biasa (common stock) memang paling dikenal masyarakat. Di antara emiten (perusahaan yang menerbitkan surat berharga), saham biasa juga merupakan yang paling banyak digunakan untuk menarik dana dari masyarakat. Jadi saham biasa paling menarik, baik bagi pemodal maupun bagi emiten. 

Saham preferen biasanya memiliki prioritas lebih tinggi dibanding saham biasa dalam pembagian dividen dan aset, dan kadangkala memiliki hak pilih yang lebih tinggi seperti kemampuan untuk memveto penggabungan atau pengambilalihan atau hak untuk menolak ketika saham baru dikeluarkan (yaitu, pemegang saham preferen dapat membeli saham yang dikeluarkan sebanyak yang dia mau sebelum saham itu ditawarkan kepada orang lain).

Saham preferen merupakan bentuk saham tetapi mempunyai karakteristik obligasi. Pemegang saham preferen memperoleh dividen. Tetapi dividen tersebut seperti bunga yaitu besarnya tetap. Risiko saham preferen lebih tinggi dibandingkan dengan risiko pemegang hutang dan lebih rendah dibandingkan dengan risiko saham biasa (dari sudut pandang investor).

Jika perusahaan tidak bisa membayar dividen saham preferen, perusahaan tidak bisa dinyatakan bangkrut. Pemegang saham preferen mempunyai prioritas lebih tinggi dibandingkan pemegang saham biasa dalam hal pembagian dividen dan distribusi kas dari penjualan aset apabila perusahaan bangkrut, karena itu saham preferen juga disebut surat berharga senior (dibandingkan saham biasa).

Saham preferen merupakan gabungan (hybrid) antara obligasi dan saham biasa. Artinya, di samping memiliki karakteristik seperti obligasi, juga memiliki karakteristik saham biasa. karakteristik obligasi misalnya, saham preferen memberikan hasil yang tetap, seperti bunga obligasi. Biasanya saham preferen memberikan pilihan tertentu atas hak pembagian dividen. Ada pembeli saham preferen yang menghendaki penerimaan dividen, dan lain sebagainya.

Memiliki karakteristik saham biasa, sebab tidak selamanya saham preferen bisa memberikan penghasilan seperti yang dikehendaki pemegangnya. jika suatu ketika emiten mengalami kerugian, maka pemegang saham preferen bisa tidak menerima pembayaran dividen yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Jadi jelasnya, saham preferen adalah saham yang memberikan prioritas pilihan (preferen) kepada pemegangnya. 

Saham kelas ganda memiliki beberapa kelas saham (contohnya, Kelas A, Kelas B, Kelas C) masing-masing dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri.

Saham harta adalah saham yang telah dibeli balik dari masyarakat. 

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 05:22


Apa arti dari nilai indeks saham (IHSG)?

IHSG atau Index Harga Saham Gabungan adalah harga rata2 saham yang tergabung dalam Bursa Efek Indonesia. Jika IHSG mengalami kenaikan, maka bisa diartikan rata-rata harga saham sedang naik dan pasar dianggap positif. Namun, jika IHSG turun, bisa diartikan rata-rata harga saham sedangn turun dan tren pasar negatif.

Meski begitu, karena penilaiannya menggunakan rata2, tidak semua saham mengikuti pergerakan IHSG. Karena masing2 emiten, jumlah sahamnya tentu berbeda-beda sehingga yang paling berpengaruh menggerakkan IHSG hanyalah emiten2 besar saja.

Namun, jika IHSG menunjukkan penguatan nilai, biasanya lebih mudah mendapatkan keuntungan di pasar saham daripada jika nilainya turun.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 05:27


Cara Main Saham itu Bagaimana sih?

Sebenarnya saham bukanlah sebuah permainan, karena uang yang anda setorkan untuk membeli saham adalah uang betulan. Jadi, kita coba pakai istilah berbisnis saham ya?

Prinsip berbisnis saham sangat sederhana sebenarnya. Anda hanya perlu memilih 2 cara:

  1. Menjadi Investor dimana anda membeli saham dan hanya mengharapkan penghasilan dari bagi hasil perusahaan berupa deviden. Jika memilih cara ini, anda perlu mencari perusahaan yang rajin memberi deviden dan devidennya besar :)
  2. Menjadi Trader atau Pedagang. Di sini anda membeli saham dengan harga tertentu dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Anda mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan beli.
    Namun harus diingat bahwa dalam dunia saham juga ada persaingan harga dimana orang lain yang memiliki saham serupa, dapat menjual dengan lebih murah sehingga harga menjadi turun. Di sisi lain ada pembeli yg siap membeli dengan harga tinggi sehingga membuat harga naik.
    Di sinilah pentingnya analisa saham. Kita mencoba memprediksi pergerakan harga saham ke depan menggunakan analisa sejarah pergerakan saham di masa lalu.

Untuk memulai berbisnis saham, anda dapat membaca artikel berikut: 
https://saham101.com/content/1/3/id/bagaimana-cara-memulai-investasi-saham.html

 

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 06:10


Apakah Hasil Penjualan Saham dapat Dicairkan?

Tentu saja dapat. Jika di RDI anda ada cash, maka cash itu dapat dicairkan dan ditransfer ke rekening anda.

Meski begitu, hasil penjualan saham biasanya membutuhkan 3 hari kerja untuk bisa masuk ke cash rekening RDI. Apabila sudah masuk, maka anda dapat mencairkannya ke rekening anda sendiri

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 07:39


Bagaimana dan dimana beli saham ?

Sebelum membeli saham, anda perlu membuat rekening dana investasi (RDI) dulu melalui perusahaan sekuritas atau broker. Setelah memiliki RDI dan menyetorkan dana ke rekening tersebut, anda sudah dapat mulai membeli saham.

Pembelian saham dilakukan melalui perantara atau perusahaan sekuritas. Biasanya mereka menyediakan software untuk mempermudah anda dalam membeli dan menjual saham

Info cara membuka RDI dapat dibaca di sini: https://saham101.com/content/1/4/id/dimana-saya-bisa-membuka-rdi.html

Info cara memulai investasi saham dapat dibaca di sini: https://saham101.com/content/1/3/id/bagaimana-cara-memulai-investasi-saham.html

 

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 08:22


Berapa minimal uang yg bisa saya investasikan di saham ?

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 08:53


Berapa lama proses pembelian dan penjualan saham?

Proses pembelian dan penjualan saham hanya sepersekian detik saja. Artinya begitu anda klik tombol BELI atau BUY maka saat itu juga penawaran harga anda akan masuk ke pasar dan jika saat itu ada saham yg sesuai dg harga yang anda tawarkan maka akan langsung jadi milik anda.

Untuk menghindari antrian, anda dapat langsung membeli pada antrian offer di sebelah kanan tabel. Biasanya dikenal dengan istilah HAKA atau Hajar Kanan. Anda akan langsung mendapatkan saham yang diinginkan. Jika anda mau nawar harga yang lebih murah, anda bisa lihat di tabel sebelah kiri yaitu antrian bid.

Demikian juga ketika anda menjual, begitu anda klik JUAL atau SELL maka penawaran anda akan langsung masuk antrian pasar. Jika ada pembeli yg berminat dengan harga itu, maka akan terjadi transaksi.

Untuk menghindari antrian, anda dapat langsung menjual pada antrian bid di sebelah kiri tabel. Biasanya dikenal dengan istilah HAKI atau Hajar Kiri. Saham anda akan langsung terjual saat itu juga. Jika anda mau nawar harga yang lebih tinggi, anda bisa lihat di tabel sebelah kanan yaitu antrian offer.

Uang hasil penjualan saham, baru akan masuk ke RDI dan menjadi cash dalam waktu 3 hari. Saat itulah uang tersebut dapat dicairkan ke rekening anda

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 09:00


Apakah ada jaminan keamanan dana ?

Setiap perusahaan sekuritas harus mendapatkan ijin dari OJK. Dana yang anda setorkanpun bukan ditransfer ke rekening sekuritas, melainkan ke rekening dana investasi atas nama anda sendiri. Sehingga broker hanya bertugas sebagai perantara saja.

Dengan demikian dana anda akan aman. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak video berikut ini:

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 13:24


Apakah ada biaya administrasi ?

Setiap perusahaan sekuritas menentukan biaya administrasi yang berbeda-beda. Ada yang mulai 0,15% - 0,25% untuk fee beli dan 0,25% - 0,35% untuk fee jual. Tak hanya itu, biasanya ada juga minimum fee, misalnya Mandiri Sekuritas menetapkan minimum fee Rp. 5.000, jadi kalau fee-nya di bawah 5000 dalam sehari, maka akan langsung dijadikan 5000 hari itu.

Selain fee transaksi, ada juga biaya bulanan seperti yang diterapkan pada beberapa sekuritas. Namun, ada juga yang menggratiskan biaya bulanan.

Untuk lebih detilnya dapat ditanyakan ke sekuritas masing2

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 09:10


Apa sih keuntungan investasi saham dibandingkan dengan investasi yang lain?

Ada beberapa keuntungan dalam berinvestasi saham dibandingkan dengan investasi yang lainnya

  1. Peningkatan nilainya sangat besar (Capital Gain)
    Jika dibandingkan dengan tabungan, emas, deposito atau mata uang, rata-rata peningkatan harga saham dapat melampaui itu semua. Tahun ini saja IHSG mampu membukukan peningkatan lebih dari 20% sementara emas hanya 5.44% saja. Depositopun hanya sekitar 6%.
  2. Sangat Liquid
    Saham dapat langsung dicairkan ketika suatu saat kita benar-benar membutuhkan uang. Paling lama 3 hari kerja anda sudah dapat mengantongi hasil penjualan saham anda. Bandingkan dengan deposito yg hanya bisa dicairkan jika mencapai masa jatuh tempo. Properti walau di beberapa tempat keuntungannya juga bagus, tapi untuk bisa mencairkan juga butuh waktu yang tidak sebentar.
  3. Mendapatkan Deviden
    Walau tidak semua perusahaan membagikan deviden, tapi banyak perusahaan yang rajin membagikan deviden kepada para pemegang sahamnya. Jumlahnya bervariatif antara 3% - 6% per tahun. Ada juga perusahan yang membagikan devidennya 2 kali dalam setahun.
  4. Mendapatkan Saham Bonus
    Beberapa perusahaan juga memberikan saham bonus. Sehingga saham yang anda miliki semakin banyak dan tentunya sangat menguntungkan tatkala harganya naik.
  5. Mudah Disimpan
    Tidak seperti emas atau properti, saham tidak membutuhkan penyimpanan khusus karena saat ini saham sudah paperless sehingga semua hanya berbasis data saja, tidak perlu semacam kertas sertifikat yang harus kita simpan sendiri. Satu-satunya yg harus kita simpan hanyalah data login ke akun sekuritas saja. Dan asalkan anda hafalkan serta tidak anda tulis di kertas, maka akan aman meski dana yang didalamnya mencapai trilyunan :)
  6. Tidak membutuhkan perawatan khusus
    Karena berbasis data digital, maka anda tidak perlu melakukan perawatan terhadap saham2 anda. Bandingkan dengan property dimana anda harus merawat bangunan properti anda. Ya kecuali kalau tanah ya?

Meski ada beberapa keuntungan saham dibandingkan investasi yang lain, saham juga memiliki resiko lho. Silahkan baca di sini untuk mengetahui apa saja resiko dalam bisnis saham.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 13:20


Apakah bisnis saham dapat dijadikan sebagai biaya hidup sehari-hari?

Jawabnya antara bisa dan tidak. Sebagaimana instrumen investasi yang lain, saham baru akan terasa manfaat dan perkembangannya apabila  sudah melewati masa yang panjang. Misalkan anda memiliki modal 10 juta dengan target pertumbuhan 20% dalam setahun, maka modal anda hanya tumbuh 2 juta saja setahun. Ini tentu tidak dapat dijadikan sebagai biaya hidup.

Namun, apabila modal anda memang cukup besar, misalnya 500 juta dengan pertumbuhan 20% sudah cukup banyak hasilnya yaitu 100 juta setahun, sehingga sebulan anda dapat mengantongi uang 8 juta-an.

Lebih memungkinkan lagi apabila anda sudah cukup mahir dalam menganalisa pasar sehingga pertumbuhan saham mampu mencapai 100% dalam setahun. Beberapa trader kawakan mampu mencapai ini bahkan lebih dari 100%. Kalau udah sampai tahap ini, tentulah bisa hasilnya dijadikan biaya hidup sehari-hari.

Jika baru memulai, saran saya, gunakan HANYA DANA TIDUR saja untuk diputar di bisnis saham. Namun anda harus meluangkan waktu untuk belajar menganalisa sendiri saham-saham yang akan diincar.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 13:37


Bagaimana Cara Beli Saham?

Untuk dapat membeli saham, anda harus memiliki rekening dana investasi (RDI) terlebih dahulu. Anda dapat membuka RDI di sekuritas2 yang ada di sini

Setelah RDI jadi, anda sudah dapat mengisinya dengan dana yang akan anda investasikan.

Caranya cukup dengan mentransfer uang ke RDI anda. Setiap sekuritas berbeda-beda banknya. Jumlah setoran awal juga berbeda-beda antara satu sekuritas dengan yang lainnya. Untuk itu, silahkan menanyakan langsung ke broker yang anda percaya.

Jika dana telah masuk ke RDI anda, maka dengan dana tersebut anda sudah dapat mulai membeli saham. 

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 13:47


Dimanakah mendapat info saham yang bagus?

Kalau hanya sekedar mendapatkan informasi, tentu anda bisa bergabung di berbagai macam grup saham. Biasanya akan banyak beredar informasi2 saham yang dianggap bagus dan akan naik besok.

Jika ingin rekomendasi saham yang sudah tersaring, anda bisa bergabung dengan grup-grup premium berbayar. 

Namun anda harus ingat bahwa menguasai analisa teknikal sangat dibutuhkan untuk benar-benar take action terhadap saran-saran saham. Jangan sampai anda telan mentah2 saran tersebut lalu kemudian masuk tanpa perencanaan yang matang.

Silahkan baca kembali cara membuat trading plan di sini

Sebagai trader, anda harus tahu betul kenapa anda membeli saham ini. Jika perusahaannya memang bagus, anda juga harus tahu betul kenapa anda harus membelinya sekarang. Apakah karena sudah memantul dari garis support atau karena sudah break resistance atau karena indikator yang anda gunakan menunjukkan sinyal buy?

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-30 05:00


Apa itu IPO (Initial Public Offering)?

IPO (Initial Public Offering) adalah penawaran saham suatu perusahaan kepada publik untuk pertama kalinya. Penawaran saham ini dilakukan agar perusahaan mendapatkan suntikan dana yang baru dari saham-saham tersebut. Peruntukannya bisa macam-macam mulai ekspansi bisnis atau menambah peralatan yang lebih baik dan lebih efisien.

Biasanya penawaran perdana ini dilakukan melalui sekuritas tertentu yang ditunjuk. Orang-orang yang membeli saham perdana inilah yang kemudian menjualnya kepada publik di bursa efek sehingga kita dapat membelinya.

Apakah saham IPO akan naik?

Belum tentu,, tergantung bagaimana pasar menilai perusahaan tersebut. Jika perusahaannya memang dikenal bagus dan memiliki keuntungan yang besar, biasanya harga akan cenderung naik sejak hari pertama.

Tapi harus diingat bahwa yang harganya naik sejak hari pertama, belum tentu bagus juga. Ada kalanya harganya sengaja dinaikkan oleh para pembeli pertama.

Beberapa trader kawakan justru menghindari saham-saham IPO. Beberapa ada yang tetap mencoba membeli tapi dengan trading plan yang ketat karena untuk menarik garis support dan resistance tentu tidak mungkin dilakukan. Jadi seperti membeli kucing dalam karung, faktor gamblingnya lebih besar.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-30 05:33


Bagaimana cara nabung saham?

Apabila anda telah menentukan suatu saham cukup bagus untuk dibeli dan anda berniat investasi di saham tersebut untuk jangka waktu yang lama (misalnya di atas 1 tahun), maka anda bisa mulai menabung saham di perusahaan tersebut.

Caranya sama seperti jual beli saham biasa, bedanya anda hanya membeli 1 saham saja yang menurut anda harganya akan cukup tinggi beberapa tahun lagi. Misalnya anda tentukan akan menabung 1 juta tiap bulan di saham ABCD, maka setiap bulan anda tinggal membeli saham ABCD tersebut sebanyak 1 juta tanpa memperhatikan berapa harga saat itu.

Cara ini sebenarnya kurang efektif meningkatkan nilai saham anda. Namun sangat mudah diterapkan dan tidak perlu mempelajari hal-hal teknikal terlalu banyak

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-30 06:14


Saya seorang karyawan swasta dan saya sudah lama tertarik dengan dunia saham ini, tp saya msh benar2 buta dgn dunia ini. Apa tahap yg pertama2 harus saya lakukan?

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2018-01-05 21:36


Untuk memulai join saham, kira" brpa minimal nominalnya? terima kasih

Tergantung sekuritas yang dipilih.

Kalau pakai Mirae, setoran awal minimal 10 juta. tapi tidak ada biaya bulanan.
Mandiri Sekuritas setoran awal utk mahasiswa 500rb, umum 2 juta, tidak ada biaya bulanan tapi fee transaksi-nya agak besar dan ada minimal biaya admin per hari 5000
Indopremier, setoran awal minimal 100rb, ada biaya bulanan 35rb

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2018-01-06 06:21


Analisa Teknikal

Apa itu Moving Average?

Moving Average (MA) adalah harga rata-rata saham dalam kurun waktu tertentu. 

Kita mengenal istilah Moving Average (MA). Ada MA5, MA10, MA20, MA50, MA200, dll. Angka di belakang MA menunjukkan jumlah hari kerjanya.

Misalnya MA200 adalah harga rata2 harga saham selama 200 hari. MA20 berarti rata2 20 hari dan MA50 berarti rata2 50 hari. dan seterusnya.

Ada 2 Macam Moving Average yang dikenal

Simple Moving Average (MA)

Adalah rata-rata pergerakan saham dalam kurun waktu tertentu. Bobot tiap saham dianggap sama sehingga perhitungannya pun lebih sederhana. Tinggal menjumlahkan harga saham dan dibagi jumlah harinya.

Exponential Moving Average (EMA)

Hampir sama dengan Simple MA, bedanya perhitungannya memberi bobot yang lebih tinggi pada hari yang terbaru

MA dan EMA adalah indicator yang paling banyak digunakan oleh para pebisnis saham. Karena indikator ini terbukti cukup ampuh untuk memprediksi pergerakan harga dalam berbagai macam kondisi. Biasanya para pebisnis menggunakan lebih dari 1 MA untuk memantau pergerakan harga saham

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-26 09:54


Apa itu Support and Resistance?

Support artinya batas bawah
Resistance artinya batas atas

Support dan Resistance digunakan sebagai batas imajiner pergerakan harga saham. Ada banyak cara dalam menentukan batas support dan resistance ini diantaranya adalah:

  • Menghubungkan ujung2 perubahan harga saham
  • Menggunakan garis MA
  • Menggunakan titik harga yang pernah dicapai di masa lalu
  • Menggunakan indikator seperti MA Envelope atau Bolinger Band

Dengan mengetahui batas support dan resistance, maka kita bisa dengan mudah menentukan strategi dalam berbisnis saham

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-26 12:53


Apa itu Stochastic?

Stochastic atau Stochastic Oscilator adalah indikator momentum yang membandingkan harga penutupan sekuritas dengan kisaran harga selama periode waktu tertentu. Sensitivitas osilator terhadap pergerakan pasar dapat direduksi dengan menyesuaikan jangka waktu tersebut atau dengan mengambil rata-rata pergerakan hasil.

Source: investopedia.com

Stochastic Oscilator dihitung dengan menggunakan formula berikut:

%K = 100(C - L14)/(H14 - L14)

Dimana:

C = Harga penutupan saat ini
L14 = Harga terendah dalam 14 sesi terakhir
H14 = Harga tertinggi dalam 14 sesi terakhir
%K= Harga rata-rata
%D = 3 periode moving average dari %K

Teori umum yang menjadi fondasi untuk indikator ini adalah bahwa dalam sebuah tren pasar ke atas, harga akan mendekati level tertinggi, dan dalam sebuah tren pasar ke bawah, harga mendekati mendekati titik terendah. Sinyal transaksi dibuat saat % K melintasi melalui moving average tiga periode, yang disebut % D.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-26 23:44


Apa itu GuppyMMA / GMMA?

Guppy MMA atau Guppy Multiple Moving Average adalah indikator yang digunakan dalam analisis teknis untuk mengidentifikasi perubahan tren. Teknik ini menggabungkan dua kelompok moving averages dengan periode waktu yang berbeda.

Satu set EMA dalam Guppy multiple moving average (GMMA) memiliki kerangka waktu yang relatif singkat dan digunakan untuk menentukan aktivitas pedagang jangka pendek. Jumlah hari yang digunakan dalam himpunan rata-rata jangka pendek biasanya 3, 5, 8, 10, 12 atau 15.

Kelompok rata-rata lainnya dibuat dengan jangka waktu yang lama dan digunakan untuk mengukur aktivitas investor jangka panjang. Rata-rata jangka panjang biasanya menggunakan periode 30, 35, 40, 45, 50 atau 60 hari.

Hubungan antara dua set Moving Average digunakan oleh pedagang untuk menentukan apakah prospek trader jangka pendek sejalan dengan investor yang memiliki prospek jangka panjang.

Mengubah tren diidentifikasi saat dua kelompok moving averages berpotongan. Tren bullish hadir saat rata-rata bergerak jangka pendek berada di atas rata-rata jangka panjang. Sebaliknya, tren bearish terjadi ketika rata-rata jangka pendek berada di bawah rata-rata jangka panjang.

Istilah ini mendapat namanya dari Daryl Guppy, seorang pedagang Australia yang telah mengembangkan indikator ini.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-26 23:53


Apa itu Bullish dan Bearish

Bullish diambil dari kata Bull atau Banteng. Disamakan dengan banteng karena banteng menyerang dengan cara menanduk dan melempar ke atas. Maka, market yang sedang naik disebut bullish.

Bearish diambil dari kata Bear atau Beruang. Disamakan dengan beruang karena beruang menyerang dengan cara menyakar dari atas ke bawah. Maka, market yang sedang turun disebut bearish.

Karena itulah dalam logo-logo website saham, anda akan sering melihat gambar banteng dan beruang. Termasuk juga di website ini :) Bisakah anda menemukannya?

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 01:09


Bagaimana Cara Melakukan Screening Saham?

Setiap pebisnis saham memiliki kriteria sendiri dalam menentukan apakah suatu saham layak dikoleksi atau belum. Biasanya indikator yang dijadikan acuan adalah MA dan Stochastic ditambah dengan volume untuk menghindari saham-saham yang kurang likuid.

Anda dapat melakukan screening saham sesuai dengan kriteria yang anda inginkan menggunakan tool screening milik indopremier. Silahkan langsung klik di sini:

https://www.indopremier.com/ipotnews/nw-saham.php?page=stockscreener

 

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 10:18


Bagaimana Cara Membaca Chart?

Chart adalah tool penting untuk melihat pergerakan harga saham. Ada beberapa jenis chart yang biasa digunakan oleh trader saham diantaranya adalah:

  • Candle Chart
  • Line Chart
  • Bar Chart

Candle Chart sesuai namanya berbentuk seperti lilin. Dalam 1 batang lilin terdapat 4 informasi sekaligus yaitu:

  1. High : Harga tertinggi yang diperdagangkan
  2. Open : Harga ketika pasar dibuka
  3. Close : Harga ketika pasar di tutup
  4. Low : Harga terendah yang diperdagangkan

Ada 2 bagian candle. Yaitu body (badan) dan shadow (sumbu). Jika harga naik, maka harga open adalah bagian bawah body. Sedangkan jika harga turun, maka harga open adalah bagian atas body.

Naik dan turunnya harga biasanya juga ditentukan lewat warna candlenya. Tergantung pengaturan di software analisanya, biasanya harga naik diberi warna hijau dan harg turun diberi warna merah.

Satu buah candle mewakili perdagangan dalam satu kurun waktu. Tergantung setting chartnya. Jika chart daily, berarti 1 candle mewakili 1 hari. Dan jika chart weekly berarti 1 candle mewakili 1 pekan.

Untuk Line Chart bentuknya mirip grafik garis biasa dan tiap titik menandakan harga close saat itu. Jadi informasi yang didapatkan hanya harga penutupan saja.

Sedangkan bar chart cara membacanya mirip candle chart hanya beda bentuk saja.

Berikut ini contoh chart dari ELSA dan menggunakan software ChartNexus untuk menganalisa

 

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 07:10


Saham apa yang Menguntungkan sekarang?

Apabila berpatokan kepada Analisa Teknikal, maka saham yang menguntungkan adalah saham yang sedang mengalami uptrend atau harganya cenderung naik. Lebih menguntungkan lagi jika anda sudah memiliki saham tersebut di awal uptrendnya.

Untuk melihat trend suatu saham, bisa menggunakan garis trend line. Apabila harga selama 2 hari menembus garis trend line yang terbentuk saat downtrend , maka boleh dibilang trendnya sudah mulai berubah menjadi uptrend.

Selain itu anda juga dapat menggunakan indikator GMMA. Pembahasan tentang GMMA dapat dilihat di sini 

Jika menggunakan GMMA, anda dapat mulai masuk apabila rangkaian EMA jangka pendek sudah berada di atas rangkaian EMA jangka panjang.

Beberapa trader juga menggunakan 2 garis MA untuk melihat trend. Biasanya menggunakan 1 MA jangka pendek dan 1 MA jangka panjang. Jika MA jangka pendek sudah memotong MA jangka panjang dari bawah, maka boleh disebut uptrend.

Silahkan anda sesuaikan sendiri dengan trading plan yang anda gunakan

Namun apabila anda berpatokan pada Analisa Fundamental, pilihlah saham yang laporan keuangannya cenderung meningkat dari tahun ke tahun

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 06:30


Apakah ada harga beli dan harga jual layaknya jual beli mata uang asing ?

Sebenarnya dalam mata uangpun tidak ada harga jual dan harga beli. Biasanya bank atau money changer menetapkan itu untuk mengantisipasi pergerakan harga mata uang yang fluktuatif. Maka dipilihlah batas atas sebagai harga jual dan batas bawah sebagai harga beli. Jika kita berjual beli mata uang langsung melalui broker, maka tidak ada istilah tersebut.

Pada saham, karena tidak ada lembaga saham changer dan aktifitas jual beli saham hanya melalui broker, maka tidak ada ketentuan harga jual dan beli. Yang ada hanya pergerakan harga saham saja. Selanjutnya terserah investor mau menjual, menahan atau membeli saham tersebut.

 

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 09:04


Apa itu MACD (Moving Average Convergence Divergence)?

Moving average convergence divergence (MACD) adalah indikator momentum trend-following (mengikuti tren) yang menunjukkan hubungan antara dua pergerakan harga rata-rata (MA). MACD dihitung dengan mengurangi rata-rata pergerakan eksponensial 26-hari (EMA) dari EMA 12-hari. EMA sembilan hari dari MACD,  disebut signal line (jalur sinyal), kemudian diplot di atas MACD, berfungsi sebagai pemicu untuk sinyal beli dan jual.

Indikator Moving average convergence divergence (MACD) dapat diinterpretasikan dengan menggunakan tiga metode yang berbeda:

  1. Crossover - Seperti terlihat pada grafik di atas, saat MACD turun di bawah garis sinyal, ini adalah sinyal bearish, yang mengindikasikan bahwa ini mungkin saatnya untuk menjual. Sebaliknya, ketika MACD naik di atas garis sinyal, indikator tersebut memberikan sinyal bullish, yang menunjukkan bahwa harga aset kemungkinan akan mengalami momentum ke atas. Banyak trader menunggu sebuah cross dikonfirmasi di atas garis sinyal sebelum masuk ke posisi untuk menghindari mendapatkan "palsu" atau masuk ke posisi terlalu dini, seperti yang ditunjukkan oleh panah pertama.
  2. Divergence - Bila harga keamanan menyimpang dari MACD, itu menandakan akhir dari tren saat ini. Misalnya, harga saham yang naik dan indikator MACD yang turun bisa berarti bahwa rally akan segera berakhir. Sebaliknya, jika harga saham turun dan MACD meningkat, hal itu bisa berarti bahwa pembalikan bullish bisa terjadi dalam waktu dekat. Pedagang sering menggunakan divergensi bersamaan dengan indikator teknis lainnya untuk menemukan peluang.
  3. Naik Dramatis - Ketika MACD meningkat secara dramatis - yaitu, moving average yang lebih pendek menarik diri dari moving average jangka panjang - ini adalah sinyal bahwa keamanan overbought dan akan segera kembali ke level normal. Pedagang akan sering menggabungkan analisis ini dengan Indeks Kekuatan Relatif (RSI) atau indikator teknis lainnya untuk memverifikasi kondisi overbought atau oversold.

Pedagang juga mengamati pergerakan di atas atau di bawah garis nol karena ini menandakan posisi rata-rata jangka pendek relatif terhadap rata-rata jangka panjang. Bila MACD di atas nol, rata-rata jangka pendek berada di atas rata-rata jangka panjang, yang memberi sinyal momentum ke atas. Kebalikannya adalah benar ketika MACD di bawah nol. Seperti yang bisa Anda lihat dari grafik di atas, garis nol sering bertindak sebagai area support dan resistance untuk indikator.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 12:45


Siapa yang menentukan harga saham?

Harga saham terbentuk dari proses tawar menawar suatu saham di pasar reguler. Misalnya harga saham kemarin adalah 1000 lalu si A ingin membeli saham dengan harga 1000 sedangkan si B ingin menjual saham dengan harga 1010. Maka saat ini belum terjadi transaksi dan harga akan tetap 1000.

Nah, beberapa saat kemudian si C membeli saham si B dg harga 1010 dan terjadilah transaksi, maka harga saham tersebut akan naik menjadi 1010. 

Posisi sekarang kan hanya ada tawaran si A yaitu 1000. Jika kemudian ada si D menjual sahamnya seharga 1000 maka terjadilah transaksi dan harga saham tersebut turun lagi ke angka 1000. Begitu seterusnya... Lebih jelasnya silahkan simak video berikut ini:

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 13:29


Apa itu Indikator Ichimoku?

Ichimoku Cloud adalah bagan yang digunakan dalam analisis teknis yang menunjukkan dukungan dan hambatan, dan arah momentum dan tren untuk keamanan atau investasi.

Indikator ini dirancang untuk memberikan informasi yang relevan sekilas menggunakan moving averages (tenkan-sen dan kijun-sen) untuk menunjukkan titik crossover bullish dan bearish. "Awan" (kumo, dalam bahasa Jepang) terbentuk di antara rentang rata-rata tenkan sen dan kijun sen yang diplot enam bulan ke depan (senkou span B), dan titik tengah 52 minggu tinggi dan rendah (senkou span B) diplot enam bulan ke depan.

Awan Ichimoku dikembangkan oleh Goichi Hosoda, seorang jurnalis Jepang, dan diterbitkan pada akhir 1960-an. Ini menyediakan lebih banyak data poin daripada chart candlestick standar. Meskipun tampak rumit pada pandangan pertama, mereka yang terbiasa dengan cara membaca grafik sering merasa mudah untuk memahami dengan sinyal perdagangan yang terdefinisi dengan baik.

Inilah contoh Ichimoku Cloud yang dihasilkan di StockCharts.com:

Ada lima perhitungan yang digunakan untuk menghasilkan Ichimoku Cloud:

Tenkan-sen = (high 9-hari + 9-hari low) / 2
Kijun-sen = (high 26 hari + low 26 hari) / 2
Senkou Span A = (Tenkan-sen + Kijun-sen) / 2
Senkou Span B = (high 52 hari + 52 hari low) / 2
Chikou Span = Close diplot 26 hari di masa lalu.

Sinyal Ichimoku Cloud

Tren keseluruhan naik ketika harga berada di atas awan, turun saat harga berada di bawah awan, dan rata saat berada di awan itu sendiri. Saat senkou span A naik di atas senkou span B trennya lebih kuat ke atas, dan biasanya berwarna hijau. Ketika senkou span B naik di atas senkou span A, trennya lebih kuat ke bawah dan dilambangkan dengan awan berwarna merah.

Pedagang akan sering menggunakan "awan" Senkou sebagai area support dan resistance tergantung pada lokasi relatif harga. Pada grafik di atas, "cloud" Senkou memberikan tingkat dukungan yang dapat diproyeksikan ke masa depan. Ini menetapkan Ichimoku Cloud terlepas dari banyak indikator teknis lainnya yang hanya memberikan level support dan resistance untuk tanggal dan waktu sekarang.

Pedagang harus menggunakan Ichimoku Cloud bersamaan dengan indikator teknis lainnya untuk memaksimalkan tingkat pengembalian yang disesuaikan dengan risiko dari waktu ke waktu. Misalnya, indikatornya sering dipasangkan dengan Relative Strength Index (RSI), yang bisa digunakan untuk mengkonfirmasi atau mengkonfirmasi momentum dalam arah tertentu. Penting juga untuk melihat tren yang lebih besar untuk melihat bagaimana tren yang lebih kecil sesuai di dalamnya.

Sumber: Investopedia.com

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 20:48


Apa itu Relative Strength Index (RSI)?

Relative Strength Index (RSI) adalah indikator momentum yang dikembangkan oleh analis teknik terkenal Welles Wilder, yang membandingkan besarnya keuntungan dan kerugian baru-baru ini selama periode waktu tertentu untuk mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga aman. Hal ini terutama digunakan untuk mencoba mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold dalam perdagangan aset.

RSI dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

RSI = 100 - 100 / (1 + RS)

Dimana RS = Rata-rata kenaikan periode up selama jangka waktu yang ditentukan / Kerugian rata-rata periode turun selama jangka waktu yang ditentukan

RSI memberikan evaluasi relatif terhadap kekuatan kinerja harga sekuritas terkini, sehingga menjadikannya indikator momentum. Nilai RSI berkisar antara 0 sampai 100. Kerangka waktu default untuk membandingkan periode ke periode turun adalah 14, seperti dalam 14 hari perdagangan.

Penafsiran tradisional dan penggunaan RSI adalah bahwa nilai RSI dari 70 atau di atas menunjukkan bahwa keamanan menjadi overbought atau dinilai terlalu tinggi, dan oleh karena itu dapat dipastikan akan mengalami pembalikan tren atau penurunan harga yang korektif. Di sisi lain nilai RSI, pembacaan RSI 30 atau di bawah biasanya ditafsirkan sebagai indikasi kondisi oversold atau undervalued yang dapat mengindikasikan perubahan tren atau pembalikan harga koreksi ke sisi atas.

Tip Menggunakan Indikator RSI

Pergerakan harga yang tiba-tiba dapat membuat sinyal jual atau beli palsu di RSI. Oleh karena itu, paling baik digunakan dengan penyempurnaan pada aplikasinya atau bersamaan dengan indikator teknis lainnya yang mengkonfirmasikannya.

Beberapa pedagang, dalam upaya untuk menghindari sinyal palsu dari RSI, menggunakan nilai RSI yang lebih ekstrem sebagai sinyal beli atau jual, seperti pembacaan RSI di atas 80 untuk mengindikasikan kondisi jenuh beli dan pembacaan RSI di bawah 20 untuk mengindikasikan kondisi jenuh jual.

RSI sering digunakan bersamaan dengan garis tren, karena support atau resistance garis tren sering kali bertepatan dengan tingkat support atau resistance dalam pembacaan RSI.

Melihat divergensi antara harga dan indikator RSI adalah cara lain untuk memperbaiki aplikasinya. Divergence terjadi ketika keamanan membuat harga tinggi atau rendah baru namun RSI tidak membuat nilai tinggi atau rendah baru yang sesuai. Bearish divergence, ketika harga membuat tinggi baru tapi RSI tidak diambil sebagai sinyal jual. Bullish divergence yang ditafsirkan sebagai sinyal beli terjadi saat harga membuat level rendah baru, namun nilai RSI tidak.

Contoh divergensi bearish dapat terungkap sebagai berikut: Sebuah keamanan naik harga menjadi $ 48 dan RSI membuat pembacaan tinggi 65. Setelah menapak sedikit ke bawah, keamanan kemudian membuat harga baru sebesar $ 50, namun RSI hanya meningkat menjadi 60. RSI telah menyimpang dari pergerakan harga.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 20:58


Bagaimana Garis support dan resistance bisa terjadi?

Pada dasarnya garis support dan resistance hanyalah garis bantu yang digunakan trader untuk membuat keputusan. Masing2 trader punya patokan sendiri2 dalam menentukan garis trend. Terkadang beda 1 bukit saja dalam menarik garis, dapat berakibat beda dalam menentukan titik resistance-nya.

Semakin banyak trader yang menggunakan garis yang sama, biasanya garis itu akan semakin kuat. Misalnya garis support yang dibentuk dengan memanfaatkan MA20. Jika ada banyak trader yang menggunakan patokan garis yang sama, maka ketika harga mendekati garis MA20 dari atas (garis MA20 menjadi support), para trader akan lebih mewaspadai pergerakan ini.

Ketika harga menyentuh garis itu atau bahkan melewatinya, mereka yg sudah memiliki barang akan membuang barangnya alias menjual sahamnya karena takut harga akan naik lagi. Sementara mereka yang tidak punya saham akan membelinya karena menganggap harga sudah sangat murah.

Bila yang belum punya saham lebih banyak, biasanya harga akan memantul dan naik kembali. Semakin sering harga memantul di garis MA20, maka semakin banyak yang akan menjadikannya sebagai patokan di masa mendatang

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-30 04:53


Apakah Saham Gorengan itu dan bagaimana ciri-cirinya?

Istilah saham gorengan sebenarnya bukan istilah resmi. Itu hanya istilah antar para trader saja untuk menilai suatu saham yang harganya mudah dipermainkan (digoreng).

Saham Gorengan termasuk saham yang sangat beresiko. Tapi sekali lagi, makin besar resiko, biasanya rewardnya juga semakin besar.

Kalau anda perhatikan, biasanya saham gorengan pergerakannya sangat lebar. Dalam sehari dia bisa naik lebih dari 10% bahkan tak jarang kenaikannya justru di awal-awal bursa buka. Namun kalau sedang turun, dia bisa turun langsung 10% lebih hanya dalam waktu sehari saja.

Saham-saham yang sering  terkena Auto Reject baik atas maupun bawah biasanya hanya saham-saham gorengan saja, sedangkan saham2 yang stabil biasanya kenaikannya tidak sampai 10% dalam sehari.

Beberapa ciri saham gorengan yang bisa dikenali adalah:

  1. Harganya cenderung sangat fluktuatif. Dapat dilihat dari chartnya yang naik dan turun dengan sangat cepat
  2. Volumenya kecil. Inilah sebabnya dia sangat mudah dipermainkan harganya
  3. Tidak disertai fundamental yang sesuai dengan harganya. Tak peduli laporan keuangan minus atau ada berita buruk, harga saham gorengan masih bisa naik drastis dalam sehari.
  4. Banyak ditawarkan di grup2 saham. Istilah prokemnya dipompom hehehe

Kalau anda mau masuk di saham seperti ini, sebaiknya pakai trading plan yang ketat dan perhatikan besarnya bid di waktu normalnya. Karena bid ketika harga saham diangkat biasanya sudah tidak wajar lagi. Jangan sampai anda membeli terlalu banyak dan susah keluar ketika harga turun.

Tapi kalau anda masih belajar mengatur trading plan, sebaiknya sih dihindari saham seperti ini :)

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-30 05:44


Apa itu Fibonacci?

Angka / garis fibonacci ditemukan oleh Leonardo Fibonacci, seorang matematikawan Italia yang lahir pada abad ke-12. Ini adalah urutan angka dimana setiap nomor berturut-turut adalah jumlah dari dua angka sebelumnya.

misalnya 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, dll.

Angka-angka ini memiliki sejumlah hubungan timbal balik, seperti fakta bahwa jumlah yang diberikan kira-kira 1,618 kali dari angka sebelumnya.

Penggunaan angka Fibonacci dalam analisis teknis adalah untuk mengantisipasi perubahan tren karena harga cenderung mendekati garis yang diciptakan oleh studi Fibonacci. Keempat studi Fibonacci yang populer adalah arcs, fans, retracements, and time zones.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2018-01-02 08:10


Apakah Fibonacci Time Zones itu?

Indikator yang digunakan oleh pedagang teknis untuk mengidentifikasi periode di mana harga aset akan mengalami pergerakan yang signifikan. Teknik charting ini terdiri dari serangkaian garis vertikal yang sesuai dengan urutan bilangan yang dikenal sebagai angka Fibonacci (1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, dll). Begitu trader memilih posisi awal (paling sering mengikuti langkah besar) pada grafik, garis vertikal ditempatkan pada setiap hari berikutnya yang sesuai dengan posisi dalam urutan angka Fibonacci.

Angka Fibonacci adalah urutan angka dimana masing-masing nomor berturut-turut adalah jumlah dari dua angka sebelumnya. Untuk alasan yang tidak diketahui, angka-angka ini memainkan peran penting dalam menentukan area relatif dimana harga aset keuangan mengalami pergerakan harga yang besar atau perubahan arah.

sumber: Investopedia.com

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-30 20:12


Apa itu Fibonacci Extensions?

Ekstensi Fibonacci digunakan dalam retracement Fibonacci untuk memprediksi ruang resistance dan support di pasar. Ekstensi ini melibatkan semua tingkat yang ditarik melewati tingkat dasar 100%; Mereka sering digunakan oleh para pedagang untuk menentukan daerah yang akan mendatangkan keuntungan. Satu ekstensi populer, level 161,8%, digunakan untuk menetapkan target harga pada breakout dari ascending triangle; Target ini dihitung dengan mengalikan jarak vertikal segitiga dengan rasio Fibonacci utama 61,8%, dan kemudian menambahkan hasilnya ke level resistance atas segitiga.

Sebuah pergerakan retracement dari sebuah saham adalah di mana saham "retraces" bagian dari salah satu gerakan sebelumnya. Dalam kebanyakan kasus, saham melakukan retracement di salah satu dari tiga level Fibonacci standar: 38,2%, 50% dan 61,8%. Ketika sebuah saham melakukan retrace lebih dari 100% dari pergerakan sebelumnya, perpanjangan Fibonacci dapat dihitung. Ekstensi ini, yang digunakan dalam kombinasi dengan berbagai indikator atau pola lainnya, adalah praktik umum bagi pedagang yang ingin menentukan satu atau beberapa target harga.

Penggunaan praktis

Ini adalah cara yang terbaik, dan yang paling praktis, untuk menghitung ekstensi Fibonacci saat saham berada pada posisi tertinggi atau posisi terendah baru, dan bila tidak ada level resistance atau support yang jelas pada grafik. Jika, misalnya, seorang trader sudah lama memiliki saham dan sahamnya mulai menghasilkan harga tertinggi baru, trader dapat menghitung tingkat perpanjangan Fibonacci untuk mendapatkan ide dasar mengenai di mana saham cenderung turun dan lebih cenderung menghasilkan keuntungan. Hal yang sama berlaku untuk trader yang pendek. Level ekstensi Fibonacci dapat dihitung untuk memberi gambaran umum kepada trader tentang dimana saham mulai rally. Pedagang kemudian memiliki pilihan untuk memutuskan apakah dia ingin menutup posisinya pada tingkat itu.

Menjaga kepraktisan, dan akal sehat dasar, dalam pikiran, keputusan untuk membeli dan menjual saham tidak boleh dibuat hanya berdasarkan pada ekstensi Fibonacci. Adalah bijaksana bagi para pedagang untuk menunggu dan mengamati pola candlestick, seperti aksi harga, menjadi jelas untuk mengkonfirmasi apakah saham cenderung berbalik pada harga target para pedagang.

Garis bawah

Ekstensi Fibonacci berlaku untuk jangka waktu tertentu, seperti grafik bulanan hingga grafik satu menit, dan merupakan alat yang paling baik digunakan pada gelombang harga sehingga proyeksi gelombang harga di masa depan dapat dihasilkan. Hal ini juga bijaksana bagi para pedagang untuk mencatat bahwa kelompok level Fibonacci adalah indikasi area harga yang pasti akan menjadi signifikan. Aspek terpenting yang harus diketahui trader adalah ekstensi Fibonacci seharusnya tidak menjadi satu-satunya faktor penentu saat membuat pilihan trading dan posisi.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-30 20:18


Apa yang dimaksud Pattern candle dan mohon berikan ulasan mengenai bullish engulfing. Terimakasih

Pattern Candle adalah formasi yang terbentuk dari beberapa candle atau bentuk sebuah candle. Misalnya tree white soldier, itu terbentuk dari 3 buah candle putih (positif/harga naik).

Candle Bullish Engulfing adalah susunan 2 candle dimana candle pertama menunjukkan harga turun dan candle kedua menunjukkan harga naik. Nah, bentuk candle kedua bagian bawahnya lebih bawah dari candle pertama dan bagian atasnya lebih tinggi dari candle pertama. Contohnya seperti gambar ini

Biasanya kalau terbentuk formasi seperti ini, harga akan cenderung naik

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2018-01-03 20:09


Assalamualaikum Cak Lutvi Bejo. Saya sdh baca ebook berkebun saham. Di situ dijelaskan indikator yg bisa digunakan utk analisis kapan harus beli/jual, yaitu stokastik, moving average, gmma, dan support & resistance. Setelah saya cermati di channel telegram Saham Bejo, Cak Lutvi lebih sering menggunakan indikator support & resistance. Apakah indikator tersebut yg paling ampuh dalam melakukan analisis teknikal? Terima kasih Anda luar biasa cak

Iya, saat ini saya lebih suka menggunakan garis support dan resistance untuk melihat pergerakan saham karena pasar rata2 bergerak berdasarkan garis itu. Kita hanya perlu mengamati dasar pembuatan garisnya saja. Karena garis support resistance itu bisa terbentuk dari banyak macam teknik.

Untuk indikator tetap perlu digunakan untuk membantu mengkonfirmasi saja. Misalnya harga sudah di area resistance tapi stochastik masih dibawah 50, maka peluang untuk break resistance akan lebih besar. Indikator MA juga diperlukan untuk menentukan kekuatan trendnya. Misalnya harga sudah break tapi kok MA-nya adem ayem aja, maka boleh jadi itu cuma break sesaat sebelum akhirnya turun lagi

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2018-01-06 05:24


bagaimana cara mengetahui saham yg up trend biar bisa beli, bagaimana pasang stoploss??

Biasanya trader menggunakan bantuan garis trendline. Namun, ada juga yang menggunakan indikator trend seperti MA dan GMMA

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2018-01-13 05:11


Analisa Fundamental

Jenis-Jenis Saham Berdasar Kinerja

  1. Blue chip stocks, saham biasa yang memiliki reputasi tinggi, sebagai pemimpin dalam industrinya, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen
  2. Income stocks, saham suatu emiten dengan kemampuan membayarkan dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya
  3. Growth stocks, terdiri dari well-known dan lesser-known
  4. Speculative stocks, saham secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi pada masa mendatang, namun belum pasti
  5. Cyclical stocks, saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum
  6. Emerging Growth Stocks, saham yang dikeluarkan oleh emiten yang relatif kecil dan stabil meskipun dalam kondisi ekonomi yang kurang mendukung
  7. Defensive Stocks, saham yang tetap stabil dari suatu periode atau kondisi yang tidak menentu dan resesi.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2018-01-02 08:10


Apa itu PBV (Price to Book Value)?

PBV atau Price to Book Value adalah Rasio atau perbandingan antara harga saham dengan book value perusahaan tersebut. 

Book value atau nilai buku adalah nilai dari ekuitas dibagi jumlah saham yang ada. Bisa dikatakan book value adalah nilai ekuitas per saham. Ekuitas itu sendiri didapatkan dari selisih jumlah aset dikurangi liabilitas.

Secara teori ini adalah nilai yang akan didapatkan oleh pemilik saham bila perusahaan dilikuidasikan. Jadi nilai book value sangat berarti untuk melihat imbal hasil dari investasi.

Sumber: Investopedia.com

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 00:03


Apa itu DER (Dept to Equity Ratio)?

DER atau Dept to Equity Ratio adalah ratio/perbandingan antara liabilitas atau hutang perusahaan dengan equity atau nilai perusahaan. Biasanya, semakin tinggi DER-nya beban hutang perusahaan semakin besar.

Tingginya hutang tidak selalu berarti kinerja perusahaan buruk, karena boleh jadi hutang yang besar digunakan untuk meningkatkan produktifitas perusahaan. Misalnya hutang untuk menambah mesin2 baru sehingga kapasitas produksi semakin meningkat.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-26 23:54


Apa itu PER (Price-Earning Ratio)?

Price-Earning Ratio atau PER atau P/E Ratio adalah rasio untuk menilai perusahaan dengan mengukur harga saham saat ini dibandingkan dengan pendapatan per sahamnya. P/E Ratio juga kadang dikenal sebagai harga multiple atau earning multiple.

P/E Ratio dapat dihitung sebagai berikut:

Market Value per Share / Earning per Share (EPS)

Intinya, rasio harga-pendapatan menunjukkan jumlah dolar yang dapat diharapkan investor untuk berinvestasi di perusahaan agar bisa menerima satu dolar dari pendapatan perusahaan itu. Inilah sebabnya mengapa P / E kadang-kadang disebut sebagai harga ganda karena menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar per dolar dari pendapatan.

Jika sebuah perusahaan saat ini melakukan perdagangan dengan kelipatan (P / E) sebesar 20, penafsirannya adalah bahwa seorang investor bersedia membayar $ 20 untuk $ 1 dari pendapatan saat ini.

Sumber: Investopedia.com

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 00:02


Bagaimana Memilih Saham Perusahaan yang Bagus?

Pertanyaan ini sebenarnya mudah dijawab. Jawabannya yaitu cari perusahaan yang bisa meningkatkan nilai asset anda. Namun, untuk dapat melaksanakan jawaban itu, kita membutuhkan pertanyaan tambahan

Berapa Lama Anda akan Menahan Saham Tersebut?

Apabila anda bersedia menahan saham untuk jangka waktu yang lama, maka anda bisa lebih leluasa dalam memilih saham. Cukup cari saham-saham yang pergerakannya relatif stabil beberapa tahun belakang dan cenderung naik. 

Namun, bila anda tidak terlalu ingin menahan saham terlalu lama dan hanya berorientasi pada keuntungan selisih harga jual dan beli, maka anda membutuhkan banyak strategi dan mampu mengenali pergerakan harga saham. Belilah saham yang sedang di awal uptrend dan jual ketika di awal downtrend

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 00:14


Apa itu EPS (Earning Per Share)?

Laba per saham (EPS) adalah bagian dari laba perusahaan yang dialokasikan untuk setiap saham biasa yang beredar. Laba per saham berfungsi sebagai indikator profitabilitas perusahaan. EPS dihitung sebagai berikut: 

EPS = (Laba Bersih - Dividen pada Saham Pilihan) / Saham yg Beredar

Cara Menghitung 'Laba Per Saham - EPS'

Untuk menghitung EPS suatu perusahaan, neraca dan laporan laba rugi harus digunakan untuk menemukan jumlah saham yang beredar, dividen saham preferen (jika ada), dan laba bersih atau nilai keuntungan.

Saat menghitung, lebih akurat menggunakan rata-rata daripada jumlah saham yang beredar selama periode pelaporan, karena jumlah saham yang beredar dapat berubah dari waktu ke waktu.

Setiap dividen saham atau perpecahan yang terjadi harus tercermin dalam perhitungan jumlah rata-rata daripada saham yang beredar.

Namun, sumber data terkadang menyederhanakan perhitungan dengan menggunakan jumlah saham yang beredar pada akhir periode.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 00:07


Kapan dan Bagaimana Mendapatkan Deviden?

Jika ada, Deviden dibagikan oleh perusahaan dalam kurun waktu yang berbeda-beda. Ada yang setahun sekali, ada yang dua kali dan ada juga yang tiga kali. Meski begitu, beberapa perusahaan bahkan tidak membagikan deviden sama sekali. Mereka mengalokasikan dana deviden untuk mengembangkan perusahaan.

Apabila perusahaan akan membagikan deviden, maka mereka akan mengeluarkan Press Release sehingga anda dapat bersiap-siap. Beberapa istilah yang muncul dalam press release pembagian deviden antara lain:

Cumdate: adalah  tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak untuk mendapatkan dividen perusahaan yang telah diumumkan.

ExDate: adalah hari pertama dimana pemegang saham tidak berhak lagi mendapatkan dividen dari suatu perusahaan. Biasanya 1 hari kerja setelah cumdate.

Misalnya Perusahaan mengumumkan bahwa:

Cumdate tanggal 19 Januari 2018

Maka jika ada yang memiliki saham tersebut sebelum 19 Januari dan tidak menjualnya pada hari itu, maka dia berhak mendapatkan deviden.

Atau jika ada yang membeli saham tepat pada tanggal 19 Januari dan tidak menjualnya hari itu, maka diapun berhak mendapatkan deviden

Sementara jika ada yang baru membeli pada tanggal 22 Januari atau bertepatan dengan exdate, maka dia tidak berhak mendapatkan deviden. Biasanya sih, harga saham akan jatuh ketika exdate ini karena mereka yang berburu deviden akan melepaskan sahamnya pada saat itu.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 01:36


Saham apa saja yang termasuk syariah?

Emiten2 yang masuk dalam kategori syariah dikelompokkan dalam ISSI (Index Saham Syariah Indonesia).

ISSI merupakan indeks saham yang mencerminkan keseluruhan saham syariah yang tercatat di BEI. Konstituen ISSI adalah keseluruhan saham syariah tercatat di BEI dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES). Konstituen ISSI direview setiap 6 bulan sekali (Mei dan November) dan dipublikasikan pada awal bulan berikutnya. Konstituen ISSI juga dilakukan penyesuaian apabila ada saham syariah yang baru tercatat atau dihapuskan dari DES. Metode perhitungan indeks ISSI menggunakan rata-rata tertimbang dari kapitalisasi pasar. Tahun dasar yang digunakan dalam perhitungan ISSI adalah awal penerbitan DES yaitu Desember 2007. Indeks ISSI diluncurkan pada tanggal 12 Mei 2011.

Untuk mendapatkan daftar ISSI terbaru, anda dapat mendownload di sini: http://www.idx.co.id/id-id/beranda/produkdanlayanan/pasarsyariah/indekssahamsyariah.aspx

Daftar Saham Syariah Indonesia:

  1. AALI (Astra Agro Lestari Tbk.)
  2. ACES (Ace Hardware Indonesia Tbk.)
  3. ACST (Acset Indonusa Tbk.)
  4. ADES (Akasha Wira International Tbk.)
  5. ADHI (Adhi Karya (Persero) Tbk.)
  6. ADMG (Polychem Indonesia Tbk)
  7. ADRO (Adaro Energy Tbk.)
  8. AGII (Aneka Gas Industri Tbk.)
  9. AIMS (Akbar Indo Makmur Stimec Tbk)
  10. AISA (Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.)
  11. AKPI (Argha Karya Prima Industry Tbk.)
  12. AKRA (AKR Corporindo Tbk.)
  13. ALDO (Alkindo Naratama Tbk.)
  14. ALKA (Alakasa Industrindo Tbk)
  15. ALMI (Alumindo Light Metal Industry Tbk.)
  16. AMFG (Asahimas Flat Glass Tbk.)
  17. AMIN (Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk.)
  18. ANJT (Austindo Nusantara Jaya Tbk.)
  19. ANTM (Aneka Tambang (Persero) Tbk.)
  20. APII (Arita Prima Indonesia Tbk.)
  21. APLI (Asiaplast Industries Tbk.)
  22. APLN (Agung Podomoro Land Tbk.)
  23. ARII (Atlas Resources Tbk.)
  24. ARNA (Arwana Citramulia Tbk.)
  25. ARTA (Arthavest Tbk)
  26. ARTI (Ratu Prabu Energi Tbk)
  27. ASGR (Astra Graphia Tbk.)
  28. ASII (Astra International Tbk.)
  29. ASRI (Alam Sutera Realty Tbk.)
  30. ATIC (Anabatic Technologies Tbk.)
  31. ATPK (Bara Jaya Internasional Tbk.)
  32. AUTO (Astra Otoparts Tbk.)
  33. BALI (Bali Towerindo Sentra Tbk.)
  34. BAPA (Bekasi Asri Pemula Tbk.)
  35. BATA (Sepatu Bata Tbk.)
  36. BAYU (Bayu Buana Tbk)
  37. BBRM (Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk.)
  38. BCIP (Bumi Citra Permai Tbk.)
  39. BELL (Trisula Textile Industries Tbk.)
  40. BEST (Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk.)
  41. BIPP (Bhuwanatala Indah Permai Tbk.)
  42. BIRD (Blue Bird Tbk.)
  43. BISI (BISI International Tbk.)
  44. BKDP (Bukit Darmo Property Tbk)
  45. BKSL (Sentul City Tbk.)
  46. BLTZ (Graha Layar Prima Tbk.)
  47. BMSR (Bintang Mitra Semestaraya Tbk)
  48. BMTR (Global Mediacom Tbk.)
  49. BOGA (Bintang Oto Global Tbk.)
  50. BOLT (Garuda Metalindo Tbk.)
  51. BRAM (Indo Kordsa Tbk.)
  52. BRMS (Bumi Resources Minerals Tbk.)
  53. BRNA (Berlina Tbk.)
  54. BRPT (Barito Pacific Tbk.)
  55. BSDE (Bumi Serpong Damai Tbk.)
  56. BSSR (Baramulti Suksessarana Tbk.)
  57. BTEK (Bumi Teknokultura Unggul Tbk)
  58. BTON (Betonjaya Manunggal Tbk.)
  59. BUDI (Budi Starch & Sweetener Tbk.)
  60. BUKK (Bukaka Teknik Utama Tbk.)
  61. BUVA (Bukit Uluwatu Villa Tbk.)
  62. CAMP (Campina Ice Cream Industry Tbk.)
  63. CANI (Capitol Nusantara Indonesia Tbk.)
  64. CASS (Cardig Aero Services Tbk.)
  65. CEKA (Wilmar Cahaya Indonesia Tbk.)
  66. CENT (Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.)
  67. CINT (Chitose Internasional Tbk.)
  68. CKRA (Cakra Mineral Tbk.)
  69. CLEO (Sariguna Primatirta Tbk.)
  70. CLPI (Colorpak Indonesia Tbk.)
  71. CMNP (Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.)
  72. CMPP (Rimau Multi Putra Pratama Tbk.)
  73. CNKO (Exploitasi Energi Indonesia Tbk.)
  74. CPIN (Charoen Pokphand Indonesia Tbk)
  75. CSAP (Catur Sentosa Adiprana Tbk.)
  76. CSIS (Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.)
  77. CTBN (Citra Tubindo Tbk.)
  78. CTRA (Ciputra Development Tbk.)
  79. CTTH (Citatah Tbk.)
  80. DART (Duta Anggada Realty Tbk.)
  81. DAYA (Duta Intidaya Tbk.)
  82. DEWA (Darma Henwa Tbk)
  83. DGIK (Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.)
  84. DILD (Intiland Development Tbk.)
  85. DMAS (Puradelta Lestari Tbk.)
  86. DNET (Indoritel Makmur Internasional Tbk.)
  87. DPNS (Duta Pertiwi Nusantara Tbk.)
  88. DPUM (Dua Putra Utama Makmur Tbk.)
  89. DSFI (Dharma Samudera Fishing Industries Tbk.)
  90. DSSA (Dian Swastatika Sentosa Tbk)
  91. DUTI (Duta Pertiwi Tbk)
  92. DVLA (Darya-Varia Laboratoria Tbk.)
  93. DYAN (Dyandra Media International Tbk.)
  94. ECII (Electronic City Indonesia Tbk.)
  95. EKAD (Ekadharma International Tbk.)
  96. ELSA (Elnusa Tbk.)
  97. EMDE (Megapolitan Developments Tbk.)
  98. EPMT (Enseval Putera Megatrading Tbk.)
  99. ERAA (Erajaya Swasembada Tbk.)
  100. EXCL (XL Axiata Tbk.)
  101. FAST (Fast Food Indonesia Tbk.)
  102. FISH (FKS Multi Agro Tbk.)
  103. FMII (Fortune Mate Indonesia Tbk)
  104. FORZ (Forza Land Indonesia Tbk.)
  105. FPNI (Lotte Chemical Titan Tbk.)
  106. GAMA (Gading Development Tbk.)
  107. GDST (Gunawan Dianjaya Steel Tbk.)
  108. GDYR (Goodyear Indonesia Tbk.)
  109. GEMA (Gema Grahasarana Tbk.)
  110. GEMS (Golden Energy Mines Tbk.)
  111. GIAA (Garuda Indonesia (Persero) Tbk.)
  112. GJTL (Gajah Tunggal Tbk.)
  113. GMFI (Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.)
  114. GMTD (Gowa Makassar Tourism Development Tbk.)
  115. GOLD (Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk.)
  116. GOLL (Golden Plantation Tbk.)
  117. GPRA (Perdana Gapuraprima Tbk.)
  118. GWSA (Greenwood Sejahtera Tbk.)
  119. HERO (Hero Supermarket Tbk.)
  120. HEXA (Hexindo Adiperkasa Tbk.)
  121. HITS (Humpuss Intermoda Transportasi Tbk.)
  122. HOKI (Buyung Poetra Sembada Tbk.)
  123. HOME (Hotel Mandarine Regency Tbk.)
  124. HRTA (Hartadinata Abadi Tbk.)
  125. HRUM (Harum Energy Tbk.)
  126. IATA (Indonesia Transport & Infrastructure Tbk.)
  127. IBST (Inti Bangun Sejahtera Tbk.)
  128. ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.)
  129. ICON (Island Concepts Indonesia Tbk.)
  130. IDPR (Indonesia Pondasi Raya Tbk.)
  131. IGAR (Champion Pacific Indonesia Tbk.)
  132. IIKP (Inti Agri Resources Tbk)
  133. IKBI (Sumi Indo Kabel Tbk.)
  134. IMPC (Impack Pratama Industri Tbk.)
  135. INAF (Indofarma Tbk.)
  136. INAI (Indal Aluminium Industry Tbk.)
  137. INCI (Intanwijaya Internasional Tbk)
  138. INCO (Vale Indonesia Tbk.)
  139. INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk.)
  140. INDR (Indo-Rama Synthetics Tbk.)
  141. INDS (Indospring Tbk.)
  142. INDX (Tanah Laut Tbk)
  143. INDY (Indika Energy Tbk.)
  144. INPP (Indonesian Paradise Property Tbk.)
  145. INRU (Toba Pulp Lestari Tbk.)
  146. INTD (Inter Delta Tbk)
  147. INTP (Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.)
  148. IPCM (Jasa Armada Indonesia Tbk.)
  149. IPOL (Indopoly Swakarsa Industry Tbk.)
  150. ISAT (Indosat Tbk.)
  151. ITMA (Sumber Energi Andalan Tbk.)
  152. ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk.)
  153. ITTG (Leo Investments Tbk.)
  154. JECC (Jembo Cable Company Tbk.)
  155. JGLE (Graha Andrasentra Propertindo Tbk.)
  156. JIHD (Jakarta International Hotels & Development Tbk.)
  157. JKON (Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.)
  158. JKSW (Jakarta Kyoei Steel Works Tbk.)
  159. JPFA (Japfa Comfeed Indonesia Tbk.)
  160. JPRS (Jaya Pari Steel Tbk)
  161. JRPT (Jaya Real Property Tbk.)
  162. JSPT (Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.)
  163. JTPE (Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.)
  164. KAEF (Kimia Farma Tbk.)
  165. KARW (ICTSI Jasa Prima Tbk.)
  166. KBLI (KMI Wire & Cable Tbk.)
  167. KBLM (Kabelindo Murni Tbk.)
  168. KBLV (First Media Tbk.)
  169. KDSI (Kedawung Setia Industrial Tbk.)
  170. KIAS (Keramika Indonesia Assosiasi Tbk.)
  171. KICI (Kedaung Indah Can Tbk)
  172. KIJA (Kawasan Industri Jababeka Tbk.)
  173. KINO (Kino Indonesia Tbk.)
  174. KIOS (Kioson Komersial Indonesia Tbk.)
  175. KKGI (Resource Alam Indonesia Tbk.)
  176. KLBF (Kalbe Farma Tbk.)
  177. KOIN (Kokoh Inti Arebama Tbk)
  178. KOPI (Mitra Energi Persada Tbk.)
  179. KPIG (MNC Land Tbk.)
  180. KRAS (Krakatau Steel (Persero) Tbk.)
  181. LAMI (Lamicitra Nusantara Tbk.)
  182. LAPD (Leyand International Tbk.)
  183. LINK (Link Net Tbk.)
  184. LION (Lion Metal Works Tbk.)
  185. LMPI (Langgeng Makmur Industri Tbk.)
  186. LMSH (Lionmesh Prima Tbk.)
  187. LPCK (Lippo Cikarang Tbk)
  188. LPKR (Lippo Karawaci Tbk.)
  189. LPPF (Matahari Department Store Tbk.)
  190. LRNA (Eka Sari Lorena Transport Tbk.)
  191. LSIP (PP London Sumatra Indonesia Tbk.)
  192. LTLS (Lautan Luas Tbk.)
  193. MABA (Marga Abhinaya Abadi Tbk.)
  194. MAIN (Malindo Feedmill Tbk.)
  195. MAMI (Mas Murni Indonesia Tbk)
  196. MAPB (MAP Boga Adiperkasa Tbk.)
  197. MARK (Mark Dynamics Indonesia Tbk.)
  198. MASA (Multistrada Arah Sarana Tbk.)
  199. MBAP (Mitrabara Adiperdana Tbk.)
  200. MBSS (Mitrabahtera Segara Sejati Tbk.)
  201. MBTO (Martina Berto Tbk.)
  202. MCAS (M Cash Integrasi Tbk.)
  203. MDIA (Intermedia Capital Tbk.)
  204. MDKI (Emdeki Utama Tbk.)
  205. MDLN (Modernland Realty Tbk.)
  206. MERK (Merck Tbk.)
  207. META (Nusantara Infrastructure Tbk.)
  208. MFMI (Multifiling Mitra Indonesia Tbk.)
  209. MICE (Multi Indocitra Tbk.)
  210. MIKA (Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.)
  211. MINA (Sanurhasta Mitra Tbk.)
  212. MIRA (Mitra International Resources Tbk.)
  213. MITI (Mitra Investindo Tbk.)
  214. MKNT (Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.)
  215. MKPI (Metropolitan Kentjana Tbk.)
  216. MLPL (Multipolar Tbk.)
  217. MLPT (Multipolar Technology Tbk.)
  218. MMLP (Mega Manunggal Property Tbk.)
  219. MNCN (Media Nusantara Citra Tbk.)
  220. MPPA (Matahari Putra Prima Tbk.)
  221. MRAT (Mustika Ratu Tbk.)
  222. MSKY (MNC Sky Vision Tbk.)
  223. MTDL (Metrodata Electronics Tbk.)
  224. MTLA (Metropolitan Land Tbk.)
  225. MTRA (Mitra Pemuda Tbk.)
  226. MTSM (Metro Realty Tbk.)
  227. MYOH (Samindo Resources Tbk.)
  228. MYOR (Mayora Indah Tbk.)
  229. MYRX (Hanson International Tbk.)
  230. NASA (Ayana Land International Tbk.)
  231. NELY (Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk.)
  232. NIKL (Pelat Timah Nusantara Tbk.)
  233. NRCA (Nusa Raya Cipta Tbk.)
  234. OASA (Protech Mitra Perkasa Tbk.)
  235. OMRE (Indonesia Prima Property Tbk)
  236. PALM (Provident Agro Tbk.)
  237. PANR (Panorama Sentrawisata Tbk.)
  238. PBRX (Pan Brothers Tbk.)
  239. PBSA (Paramita Bangun Sarana Tbk.)
  240. PCAR (Prima Cakrawala Abadi Tbk.)
  241. PDES (Destinasi Tirta Nusantara Tbk)
  242. PGAS (Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.)
  243. PGLI (Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk.)
  244. PICO (Pelangi Indah Canindo Tbk)
  245. PJAA (Pembangunan Jaya Ancol Tbk.)
  246. PLIN (Plaza Indonesia Realty Tbk.)
  247. PNBS (Bank Panin Dubai Syariah Tbk.)
  248. PNSE (Pudjiadi & Sons Tbk.)
  249. PORT (Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.)
  250. POWR (Cikarang Listrindo Tbk.)
  251. PPRO (PP Properti Tbk.)
  252. PRAS (Prima Alloy Steel Universal Tbk.)
  253. PRDA (Prodia Widyahusada Tbk.)
  254. PSAB (J Resources Asia Pasifik Tbk.)
  255. PSDN (Prasidha Aneka Niaga Tbk)
  256. PSKT (Red Planet Indonesia Tbk.)
  257. PTBA (Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk.)
  258. PTPP (PP (Persero) Tbk.)
  259. PTRO (Petrosea Tbk.)
  260. PTSN (Sat Nusapersada Tbk)
  261. PTSP (Pioneerindo Gourmet International Tbk.)
  262. PUDP (Pudjiadi Prestige Tbk.)
  263. PWON (Pakuwon Jati Tbk.)
  264. PYFA (Pyridam Farma Tbk)
  265. RAJA (Rukun Raharja Tbk.)
  266. RALS (Ramayana Lestari Sentosa Tbk.)
  267. RANC (Supra Boga Lestari Tbk.)
  268. RBMS (Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk.)
  269. RICY (Ricky Putra Globalindo Tbk)
  270. RIGS (Rig Tenders Indonesia Tbk.)
  271. RIMO (Rimo International Lestari Tbk)
  272. RODA (Pikko Land Development Tbk.)
  273. ROTI (Nippon Indosari Corpindo Tbk.)
  274. RUIS (Radiant Utama Interinsco Tbk.)
  275. SAME (Sarana Meditama Metropolitan Tbk.)
  276. SCBD (Danayasa Arthatama Tbk.)
  277. SCCO (Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk.)
  278. SDPC (Millennium Pharmacon International Tbk.)
  279. SGRO (Sampoerna Agro Tbk.)
  280. SHID (Hotel Sahid Jaya International Tbk.)
  281. SIAP (Sekawan Intipratama Tbk)
  282. SIDO (Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.)
  283. SILO (Siloam International Hospitals Tbk.)
  284. SIMA (Siwani Makmur Tbk)
  285. SIMP (Salim Ivomas Pratama Tbk.)
  286. SIPD (Sierad Produce Tbk.)
  287. SKBM (Sekar Bumi Tbk.)
  288. SKLT (Sekar Laut Tbk.)
  289. SKYB (Skybee Tbk.)
  290. SMBR (Semen Baturaja (Persero) Tbk.)
  291. SMCB (Holcim Indonesia Tbk.)
  292. SMDM (Suryamas Dutamakmur Tbk.)
  293. SMDR (Samudera Indonesia Tbk.)
  294. SMGR (Semen Indonesia (Persero) Tbk.)
  295. SMMT (Golden Eagle Energy Tbk.)
  296. SMRA (Summarecon Agung Tbk.)
  297. SMRU (SMR Utama Tbk.)
  298. SMSM (Selamat Sempurna Tbk.)
  299. SOCI (Soechi Lines Tbk.)
  300. SONA (Sona Topas Tourism Industry Tbk.)
  301. SPMA (Suparma Tbk.)
  302. SQBB (Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk.)
  303. SQMI (Renuka Coalindo Tbk.)
  304. SRAJ (Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.)
  305. SRSN (Indo Acidatama Tbk)
  306. SRTG (Saratoga Investama Sedaya Tbk.)
  307. SSIA (Surya Semesta Internusa Tbk.)
  308. SSMS (Sawit Sumbermas Sarana Tbk.)
  309. SSTM (Sunson Textile Manufacture Tbk)
  310. STAR (Star Petrochem Tbk.)
  311. TARA (Sitara Propertindo Tbk.)
  312. TBMS (Tembaga Mulia Semanan Tbk.)
  313. TCID (Mandom Indonesia Tbk.)
  314. TFCO (Tifico Fiber Indonesia Tbk.)
  315. TGKA (Tigaraksa Satria Tbk.)
  316. TGRA (Terregra Asia Energy Tbk.)
  317. TINS (Timah (Persero) Tbk.)
  318. TIRA (Tira Austenite Tbk)
  319. TLKM (Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.)
  320. TMAS (Pelayaran Tempuran Emas Tbk.)
  321. TMPO (Tempo Intimedia Tbk.)
  322. TOBA (Toba Bara Sejahtra Tbk.)
  323. TOPS (Totalindo Eka Persada Tbk.)
  324. TOTL (Total Bangun Persada Tbk.)
  325. TOTO (Surya Toto Indonesia Tbk.)
  326. TOWR (Sarana Menara Nusantara Tbk.)
  327. TPIA (Chandra Asri Petrochemical Tbk.)
  328. TPMA (Trans Power Marine Tbk.)
  329. TRIL (Triwira Insanlestari Tbk.)
  330. TRIS (Trisula International Tbk.)
  331. TRST (Trias Sentosa Tbk.)
  332. TRUB (Truba Alam Manunggal Engineering Tbk.)
  333. TSPC (Tempo Scan Pacific Tbk.)
  334. TURI (Tunas Ridean Tbk.)
  335. ULTJ (Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company, Tbk.)
  336. UNIC (Unggul Indah Cahaya Tbk.)
  337. UNIT (Nusantara Inti Corpora Tbk)
  338. UNTR (United Tractors Tbk.)
  339. UNVR (Unilever Indonesia Tbk.)
  340. VOKS (Voksel Electric Tbk.)
  341. WAPO (Wahana Pronatural Tbk.)
  342. WEHA (WEHA Transportasi Indonesia Tbk.)
  343. WICO (Wicaksana Overseas International Tbk.)
  344. WIKA (Wijaya Karya (Persero) Tbk.)
  345. WINS (Wintermar Offshore Marine Tbk.)
  346. WOOD (Integra Indocabinet Tbk.)
  347. WSBP (Waskita Beton Precast Tbk.)
  348. WSKT (Waskita Karya (Persero) Tbk.)
  349. WTON (Wijaya Karya Beton Tbk.)
  350. YPAS (Yanaprima Hastapersada Tbk)
  351. ZINC (Kapuas Prima Coal Tbk.)

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 09:21


Bagaimana Saham disebut Syariah?

Saham dikategorikan sebagai efek syariah jika diterbitkan oleh perusahaan syariah atau perusahaan yang sahamnya dikategorikan sebagai saham syariah.

Bagi perusahaan yang anggaran dasarnya non syariah, perusahaan tersebut harus memenuhi kriteria-kriteria lainnya.

Pertama, kegiatan usaha utama perusahaan tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Hal-hal yang bertentangan dengan prinsip syariah misalnya produksi, distribusi, menjual, atau menyediakan barang yang haram zat maupun sifatnya, perjudian atau permainan tergolong judi, perdagangan yang dilarang, jasa keuangan ribawi seperti bank dan lembaga pembiayaan konvensional, jual beli risiko seperti asuransi konvensional atau melakukan transaksi yang mengandung unsur suap.

Kedua, harus memenuhi rasio keuangan yang telah ditetapkan. Rasio antara total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45 persen dan rasio antara total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal dibandingkan dengan total pendapatan tidak lebih dari 10 persen.

Cara mengetahui saham termasuk saham syariah dapat dilihat di dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Sumber: Republika.co.id

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 02:33


Saham-saham LQ45 itu apa sih?

Indeks LQ45 adalah salah satu indeks saham yang ada pada Bursa Efek Indonesia yang menghitung indeks rata-rata 45 saham yang memenuhi kriteria berkapitalisasi pasar terbesar dan mempunyai tingkat likuiditas nilai perdagangan yang tinggi. Indeks LQ45 ini diluncurkan pada bulan Februari 1997 dan dievaluasi setiap enam bulan sekali.

Daftar 45 saham yang masuk dalam perhitungan indeks LQ45 untuk periode Agustus 2017 – Januari 2018 pada Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan pengumuman Bursa Efek Indonesia No.: Peng-00728/BEI.OPP/07-2017 tanggal 24 Juli 2017.

No Kode Saham Nama Saham
1 AALI Astra Agro Lestari Tbk
2 ADHI Adhi Karya (Persero)Tbk
3 ADRO Adaro Energy Tbk
4 AKRA AKR Corporindo Tbk
5 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk
6 ASII Astra International Tbk
7 BBCA Bank Central Asia Tbk
8 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
9 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
10 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
11 BJBR BPD Jawa Barat dan Banten Tbk
12 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk
13 BMTR Global Mediacom Tbk
14 BRPT Barito Pacific Tbk
15 BSDE Bumi Serpong Damai Tbk
16 BUMI Bumi Resources Tbk
17 EXCL XL Axiata Tbk
18 GGRM Gudang Garam Tbk
19 HMSP H. M. Sampoerna Tbk
20 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
21 INCO Vale Indonesia Tbk
22 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk
23 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk
24 JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk
25 KLBF Kalbe Farma Tbk
26 LPKR Lippo Karawaci Tbk
27 LPPF Matahari Department Store Tbk
28 LSIP PP London Sumatra Tbk
29 MNCN Media Nusantara Citra Tbk
30 MYRX Hanson International Tbk
31 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
32 PPRO PP Properti Tbk
33 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
34 PTPP PP (Persero) Tbk
35 PWON Pakuwon Jati Tbk
36 SCMA Surya Citra Media Tbk
37 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk
38 SMRA Summarecon Agung Tbk
39 SRIL Sri Rejeki Isman Tbk
40 SSMS Sawit Sumbermas Sarana Tbk
41 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
42 UNTR United Tractors Tbk
43 UNVR Unilever IndonesiaTbk
44 WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk
45 WSKT Waskita Karya (Persero) Tbk

Tiga saham yang baru masuk dalam periode ini adalah BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)Global Mediacom Tbk (BMTR), dan Barito Pacific Tbk (BRPT), sedangkan tiga saham yang keluar dari periode ini adalah Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan Elnusa Tbk (ELSA).

Sumber: infojabodetabek.com

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-30 06:49


Trading Plan

Bagaimana meminimalisir resiko Saham?

Ada beberapa tahapan yang harus anda lakukan untuk meminimalisir resiko saham.

Tahap Pertama: Lakukan diversifikasi saham

Jangan pernah menghabiskan seluruh dana anda dalam satu saham walaupun anda begitu yakin dengan saham tersebut. Setidaknya, pecah dana anda dalam 5 saham.

Tahap Kedua: Tentukan Besar Kerugian yg Siap Diterima

Berapa kerugian total yang siap anda terima apabila harga sahamnya turun. Ini tentu menggunakan perasaan anda sendiri. Misalnya anda siap rugi 5% secara total. Maka jika anda membagi dana untuk 5 saham, berarti masing2 saham hanya boleh menyumbang kerugian sebanyak 1% saja dari dana anda. Jika dana anda 100 juta, berarti kerugian tiap saham tidak boleh lebih dari 1 juta.

Tahap Ketiga : Tentukan Stop Loss

Untuk menentukan stoploss, anda bisa menggunakan patokan prosentase. Misalnya 5% atau 10%. Namun lebih baik lagi jika anda menggunakan analisa teknikal untuk menentukan berapa stoploss-nya. Misalnya harganya Rp. 1.000 dan stoploss-nya 5% atau Rp. 50. Berarti klo harga turun sampai 950, anda harus menjual saham tersebut.

Tahap Keempat: Tentukan Jumlah Lot

Jika anda sudah siap dengan jumlah kerugian yg siap diderita dan sudah tahu besarnya kerugian per saham, tinggal membagi saja. Pada contoh di atas ditentukan kerugian maksimal per saham adalah 1 juta. Kerugian per lembar adalah 50. Maka jumlah lot-nya adalah 1 juta / 50 = 20rb lembar atau 200 Lot.

Maka anda silahkan beli saham tersebut 200 Lot dengan biaya 20 juta. Jika ternyata harga benar2 turun 5% menjadi 950, maka harus segera anda jual. Sehingga kerugian hanyalah 1 juta saja.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 11:26


Berapa Modal Awal Berbisnis Saham?

Untuk menjawab pertanyaan ini, anda perlu menjawab pertanyaan berikut ini:

Berapa Kerugian yang Siap Anda Tanggung?

Harus diakui bahwa saham adalah instrumen investasi yang memiliki resiko tinggi, maka sebagai pemula di bisnis saham, anda perlu tahu dulu resikonya sehingga lebih mantap melangkah ke depan.

Berapa anda siap rugi? Misalnya anda siap kehilangan 1 juta.

Pertanyaan berikutnya adalah:

Berapa persen kerugian yang menurut anda meresahkan?

Ini penting karena standart penurunan harga bagi tiap orang tentu berbeda-beda. Ada yang masih bisa tenang jika penurunan harga mencapai 15%. Ada yang turun 10% sudah resah, bahkan ada yang turun 2% saja sudah ngomel2 gak jelas di grup saham. Nah, berapa persen penurunan harga yang siap anda terima? Misalnya anda jawab 5%. Maka tinggal dihitung saja deh

Jika 5% = 1 juta, maka modal yang boleh anda kelola adalah 100/5 x 1 juta = 20 juta.

Dan itu adalah modal maksimal yang boleh anda kelola. Kalau anda siap dengan dana lebih dari itu, sebaiknya masukkan 20 juta saja dan disiplin dengan maksimum resiko 5% yang anda tentukan.

Ketika sudah terbiasa dengan naik turunnya harga saham dan mulai memahami pasar, maka anda bisa menambah sedikit demi sedikit dana anda.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 11:27


Apa itu Average Up (Avg Up)?

Average Up adalah strategi trading saham dimana trader menambah jumlah Lot sahamnya ketika harga saham semakin naik.

Misalnya anda membeli saham ABCD seharga 1.000 sejumlah 10 Lot. Sehingga modal anda 1 juta. Kemudian beberapa hari kemudian, saham tersebut naik hingga mencapai 1.100 (10%). Anda lalu membeli saham ABCD lagi sebanyak 990ribu sehingga mendapatkan 9 Lot. Maka rata2 harga saham anda adalah 1.990.000/1900 = 1.047

Jadi avg atau rata2 harga saham anda telah naik dari 1000 menjadi 1047. Makanya disebut Avg Up.

Banyak pakar menyarankan untuk melakukan avg up pada saham-saham yang terbukti memiliki kinerja baik dan harganya terus naik. Karena dengan semakin banyak Lot yg anda miliki, potensi keuntungan anda akan semakin besar.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 11:34


Apa itu Avg Down?

Avg Down atau Average Down adalah penurunan rata2 harga saham karena kita menambah Lot saham di harga yang lebih murah.

Misalnya anda membeli saham ABCD seharga 1000 sejumlah 10 Lot dengan total dana 1 juta. Beberapa hari kemudian harga saham turun menjadi 900 dan anda membeli saham tersebut sebanyak 10 Lot lagi dg dana 900.000. Maka rata2 harga sahamnya adalah 1.900.000/20 Lot = 950. Jadi harga rata2 yang semula 1000, sekarang menjadi 950 saja.

Ada 2 tipe trader yang melakukan avg down. Yang pertama karena panik dan takut semakin rugi, yang kedua karena merupakan bagian dari rencana.

Pilihan yang kedua biasanya dilakukan kalau harga saham turun, tapi sebelum menyentuh batas cutloss harganya kembali naik. Maka anda boleh melakukan avg down dalam posisi seperti ini.

Namun jika anda terus menerus melakukan avg down setiap kali harga turun, maka batas dana anda akan tercapai dan anda tak mampu lagi menambah Lot. Bagaimana jika setelah turun ternyata tidak juga naik seperti perkiraan? Maka kerugianpun akan semakin besar karena beban Lot-nya semakin banyak.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 12:10


Apakah berbisnis Saham harus selalu di depan komputer dan memperhatikan chart?

Jika anda memiliki trading plan yang baik dan sekuritas yang anda ikuti memberikan software dengan fasilitas auto trading, maka kebutuhan untuk selalu melihat chart tidak dibutuhkan. Anda hanya perlu melihat chart ketika akan mulai memasukkan nilai-nilai di auto trading.

Misalnya anda sudah melakukan screening dan menemukan saham yang bagus untuk dibeli. Tapi harganya masih belum break. Nah, anda tinggal pasang di auto trading software sekuritas anda untuk beli di harga yang anda tentukan.

Demikian juga untuk saham-saham yang sudah anda miliki, anda bisa pasang auto sell jika harga menyentuh nilai tertentu.

Biasanya para trader profesional justru menganalisa chart di malam hari di atas pukul 19.00. Mereka melakukan screening dan sekaligus mengatur system auto tradingnya. Ketika pasar buka, santai-santai saja mengamati grup2 telegram siapa tahu ada info saham bagus lainnya.

Namun, jika anda punya cukup banyak waktu untuk trading intraday, maka sudah pasti anda harus benar-benar memperhatikan pergerakan saham. Hanya saja, cara ini tidak kami sarankan

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-27 20:23


Bagaimana Membuat Trading Plan?

Sebelum anda mulai masuk di suatu saham atau membeli saham, maka anda harus memiliki trading plan. Trading plan sendiri setidaknya harus memiliki beberapa unsur:

  1. Buy: Beli di angka berapa
  2. Target Point (TP) : Target harga terdekat
  3. Stop Loss (SL) : Target harga terendah untuk menjual saham
  4. Rasio Resiko : perbandingan jarak dari Buy ke SL dibanding jarak Buy ke TP

Misalnya saham ABCD, dari analisa menggunakan garis trend menunjukkan kalau harga sudah memantul dari garis support dan menuju garis resistance

Harga : 1000
Garis support : 950
Garis resistance: 1200

Maka bisa anda buat trading plan seperti ini:

  • Buy: 1000
  • TP: 1200 (+200)
  • SL: 950 (-50)
  • Resiko: 50/200 = 0,25

Jika resikonya masih di bawah 1, boleh dibilang kecil. Namun jika lebih dari 1, berarti resikonya besar.

Setelah mendapatkan angka-angka ini, anda boleh membeli saham tersebut dan disiplinlah dengan trading plan anda. Jangan sampai anda sudah membuat trading plan seperti ini, eh begitu saham turun ke 950 anda merasa sayang untuk menjualnya dan berharap harga naik. Eh ternyata harga malah turun hehehe..

Agar lebih disiplin, masukkan saja angka-angka tersebut di auto order setelah itu lupakan saja dan biarkan system bekerja sendiri

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-28 06:41


Kalau nabung saham.. Apa seperti di bank2 ya.? Kpn aja nabung nya boleh2 aja.. ! Dan nominal nya tk harus sama! Tolong kasih penjelasan pak.?

Sebenarnya istilah nabung saham hanyalah salah satu strategi jual beli saham saja. Itupun tidak bisa diterapkan pada semua saham dan kalau mau optimal harus memperhatikan chat juga minimal sepekan sekali untuk melihat trend

Karena harga saham flutuatif, maka bagusnya kalau mau "nabung" melihat saat pasar terkoreksi dan harga sedang diskon. Pilihan kedua adalah "nabung" ketika harga berhasil break resistance dan menunju resistance yang baru

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 09:02


Apa sih resiko bermain saham?

Sebagaimana instrumen investasi yang lain, maka sahampun memiliki resiko-resiko yang harus kita cermati dan membuat strategi untuk menghindarinya. Resiko-resiko dalam bisnis saham diantaranya adalah:

  1. Capital Loss: Alih-alih mengharapkan harga saham naik, ternyata harga saham malah turun dan tidak pernah naik lagi. Disinilah anda kehilangan nilai saham dan hal semacam ini sangat wajar dan sering terjadi dalam bisnis saham. Untuk itu, sebelum membeli saham anda harus cermat dalam menentukan kapan masuk di suatu saham. Anda juga perlu menyusun trading plan sebelum membeli suatu saham. Anda juga dapat membaca di sini strategi meminimalisir resiko capital loss
  2. Tidak mendapatkan Deviden: Ketika perusahaan tidak mendapatkan keuntungan yang cukup, biasanya mereka tidak membagikan deviden kepada para investornya. Beberapa trader malah tidak terlalu mengharapkan ini sih, karena besarnya deviden sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan potensi capital gain harga saham
  3. Perusahaan Terkena Delisting: Jika perusahaan terbukti melakukan kecurangan baik di laporan keuangan atau dalam transaksi saham, maka ada kemungkinan akan terkena delisting. Akibatnya saham yang anda miliki hangus dan lenyap begitu saja. Untuk menghindari ini, pastikan dulu track record perusahaannya, perhatikan siapa direksinya dan bagaimana laporan keuangannya.
  4. Perusahaan Bangkrut/Likuidasi: Jika terjadi, maka semua aset perusahaan akan dijual dan hasilnya akan dibagikan untuk membayara hutang, pesangon karyawan dan terakhir barulah para pemegang saham itupun kalau masih ada. Maka penting sekali melihat seberapa asetnya dan seberapa besar aset itu dibandingkan hutang2 perusahaan (DER).

Semua bisnis tentu ada resikonya dan biasanya makin besar resiko, makin besar juga rewardnya :)

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 13:21


Berapa Lama Mendapatkan Hasil dari Saham?

Secara prinsip, anda dapat merasakan hasil dari saham hanya beberapa hari saja bahkan untuk saham tertentu malah beli pagi dan dijual sore sudah untung. Namun untuk menemukan saham yang seperti itu memang tidak mudah. Kalaupun kita menemukan saham yang berpotensi naik, berapa besar kenaikannya masih susah diprediksi.

Namun, jika melihat rata-rata, setidaknya dalam setahun, kita sudah mulai dapat merasakan keuntungan dalam bisnis saham. Asalkan perusahaannya memang bagus dan keuangannya tumbuh terus. Bila anda menemukan perusahaan seperti ini dan kebetulan harga sedang diskon besar alias turun drastis, maka mengambilnya akan sangat menguntungkan untuk jangka panjang

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-29 14:34


Bagaimana cara membuat trading plan yang baik dan benar untuk pemula? Apakah membuat sistem trading sangat wajib untuk trader dan investor? Apa yang harus awal di dipelajari untuk seorang pemula?

Cara Membuat Trading Plan:

Pertama, tentukan dulu indikator apa yang akan anda gunakan untuk membantu menemukan suatu saham layak untuk dibeli. Anggap saja golden cross antara MA20 dan MA50.

Ketika terjadi golden cross, apa yang akan anda lakukan:

1. Menunggu sampai positif persimpangannya, berarti harga buy harus lebih tinggi dari harga ketika terjadi cross.
2. Langsung action saat sinyal buy-nya terpenuhi, berarti harga buy sama dengan harga ketika cross.

Jika sudah menentukan harga buy, selanjutnya anda harus menentukan kapan cutloss atau jual rugi. Ini bisa menggunakan prosentase, bisa juga menggunakan bantuan garis support.

Jika sudah ditentukan cutloss-nya, kemudian tentukan juga Target Point, menurut anda harganya akan mampu sampai kemana? Ini juga lebih mudah ditentukan menggunakan garis resistance.

Tinggal menghitung deh, selisih harga buy dan harga cutloss berapa?
Selisih harga buy dan harga target point berapa?

Jika selisih target pointnya lebih tinggi, maka anda bisa masuk ke saham tersebut. Jika lebih rendah, sebaiknya menunggu sampai sahamnya break resistance atau memantul dari garis support

Apakah Trading Plan itu Wajib?

Jawabnya SANGAT WAJIB. Dalam setiap bisnis, anda harus punya rencana. Baik rencana positif maupun rencana negatif. Rencana positif yaitu perkiraan pertumbuhan bisnisnya seperti apa dan kenapa menurut anda sangat wajar target itu bisa tercapai. Rencana negatif yaitu apa yang akan anda lakukan jika ternyata pertumbuhannya minus alias rugi

Apa yang harus dipelajari seorang pemula?

Menurut saya pelajari dulu tentang cara membuat garis support dan resistance dan pelajari benar-benar sampai anda menguasainya. Bukalah dan amati beberapa saham dan berlatihlah membuat garis tersebut. Lihat bagaimana pergerakan sahamnya ternyata hanya berkisar antara 2 garis itu saja

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2017-12-30 19:51


Serba-serbi saham

Apakah Saham itu sama dengan Forex?

Berbeda. Saham adalah bukti penyertaan modal kita di suatu perusahaan. Dengan memiliki saham, anda akan mendapatkan hak-hak sebagai investor yaitu :

  1. Dapat mengikuti RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), 
  2. Memiliki hak suara di RUPS
  3. Mendapatkan laporan keuangan per kuartal
  4. Dapat menjual saham yang dimiliki

Sedangkan forex adalah tukar menukar mata uang. Hak anda hanyalah menggunakan uang tersebut sebagaimana uang pada umumnya

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2018-01-02 08:11


Bisakah main saham pakai android?

Bisa, walaupun menurut kami kurang nyaman sih. Tapi kalau anda tidak membutuhkan analisa teknikal yang rumit, anda bisa tetap bisa berbisnis saham dengan cukup baik menggunakan aplikasi android yang disediakan oleh sekuritas.

Beberapa sekuritas yang kami ketahui memiliki aplikasi android yaitu:

  1. BCA Sekuritas (BEST)
  2. BNI Sekuritas (esmart)
  3. Indopremier (IPOT)
  4. Mandiri Sekuritas (MOST)
  5. Mirae Asset (HOTS)
  6. MNC Sekuritas (MNC Trade)
  7. Phillips Sekuritas (POEMS)

Dan banyak lagi yang lain. Kalau anda tahu, silahkan sampaikan di komentar

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2018-01-02 08:09


Apa saja aplikasi untuk analisa saham?

Ada beberapa aplikasi yang cocok untuk analisa saham menggunakan android. Beberapa diantaranya yang wajib ada di smartphone anda adalah:

  1. RTI Business : Ini aplikasi untuk melihat data tiap emiten bursa. Mulai data teknikal sampai data fundamental ada. Anda bahkan bisa coba virtual tradingnya dan akan mendapatkan uang virtual 100 juta. Lumayan untuk belajar2 trading.
  2. Data Saham Indonesia : Aplikasi ini mirip dengan RTI Business. Namun ada beberapa fitur yang berbayar. Analisa sahamnya juga cukup lengkap. Asyiknya anda bisa memasukkan portofolio anda di sini sehingga bisa memantaunya lebih mudah. Termasuk ketika anda deposit di RDI, bisa anda catat juga di aplikasi ini.

Masih ada banyak lagi yang lain, tapi menurut kami menggunakan aplikasi dari sekuritas dan salah satu dari aplikasi di atas sudah cukup komplit kok untuk menganalisa.

Penulis: Lutvi Avandi
Update terakhir: 2018-01-02 08:09